free stats 1.078 Napi Dapat Remisi Khusus Hari Raya Waisak - kudiam.com

1.078 Napi Dapat Remisi Khusus Hari Raya Waisak

Jambipos.id, Jakarta-  Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) memberikan Remisi Khusus (RK) kepada 1.078 dari 2.069 orang narapidana Buddha di seluruh Indonesia dalam memperingati Hari Raya Waisak, Rabu (26/5/2021).

Dari 1.078 narapidana penerima RK Waisak. 1.066 nara pidana mendapat pengurangan sebagian dengan rincian 145 orang menerima remisi 15 hari. 587 narapidana mendapat remisi 1 bulan. 206 narapidana memperoleh remisi 1 bulan 15 hari dan 2 bulan remisi untuk 125 narapidana. Sementara itu, 12 orang menerima RK II atau langsung bebas usai menerima remisi.

Berdasarkan data smslap.ditjenpas.go.id per  tanggal 18 Mei 2021, jumlah narapidana dan tahanan di seluruh Indonesia mencapai 263.824 orang narapidana dengan rincian sebanyak  211.418. tahanan sebanyak 52.406 orang narapidana.”Ungkapnya.

Sementara itu, pemberian RK Waisak Tahun 2021 berhasil menghemat anggaran makan narapidana sebanyak Rp. 633.165.000,- dengan rincian Rp.624. 495.000.- dari 1066 narapidana penerima RK 1  dan Rp. 8.670.000.- dari 12 narapidana penerima RK II Tahun ini. narapidana terbanyak 221 orang.

Kanwil Kemenkumham Banten sebesar 153 orang dan Kanwil Kemenkumham Kalimantan Barat berjumlah 140 orang.

Direktur Jenderal Pemasyarakatan Reynhard Silitonga menegaskan, remisi diberikan kepada narapidana yang telah memenuhi persyaratan administratif dan substantif, seperti telah menjalani pidana minimal 6 bulan, tidak terdaftar pada register F, serta turut aktif mengikuti program pembinaan di lembaga pemasyarakatan atau rumah tahanan negara.

Ia juga memastikan ditengah pandemic Covid – 19. Hak – hak narapidana, seperti pemberian remisi, asimilasi dan integrasi. Layanan kunjungan online. Layanan kesehatan dan lain sebagainya tetap dilayani.

“Pemberian remisi merupakan wujud negara hadir untuk memberikan perhatian dan penghargaan bagi narapidana untuk selalu berintegritas, berkelakuan baik selama menjalani pidana, tidak melakukan pelanggaran-pelanggaran yang telah ditentukan.

See also  700.000 Orang Indonesia Berisiko Tertular Corona

“Pemberian remisi bukan sekadar reward kepada narapidana yang berkelakuan baik serta memenuhi persyaratan administratif dan substantif. Fakta yang tak kalah penting adalah anggaran negara yang dihemat dengan berkurangnya masa pidana narapidana,” tutur  Reynhard.

Remisi yang diberikan diharapkan dapat memotivasi narapidana untuk mencapai penyadaran diri yang tercermin dari sikap dan perilaku sehari-hari. ,” harap  Reyhnard.(JP-AR)

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published.