free stats Aktivis Lingkungan Beri Pendampingan ke Suku Anak Dalam Hadapi Covid-19 - kudiam.com

Aktivis Lingkungan Beri Pendampingan ke Suku Anak Dalam Hadapi Covid-19

Jambipos, Jambi- Aktivis lingkungan dari Komunitas Konservasi Indonesia (KKI) Warsi Jambi melakukan pendampingan intensif terhadap Suku Anak Dalam (SAD) di Provinsi Jambi menghadapi pandemi Covid-19. Selain mengupayakan bantuan pangan, KKI Warsi Jambi juga terus melakukan edukasi mengenai protokoler Covid-19 kepada warga SAD, terutama ketaatan menggunakan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan dengan sabun dan air bersih.

“Kami menugaskan beberapa orang staf KKI Warsi Jambi mendampingi SAD yang sudah bermukim menetap di desa-desa sekitar kawasan Taman Nasional Bukit Duabelas (TNBD), Kabupaten Sarolangun dan Merangin, Jambi. Staf KKI Warsi Jambi memberikan edukasi kepada warga SAD agar menggunakan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan bila melakukan kontak dengan warga desa ketika berbelanja ke pasar,”kata Direktur Eksekutif KKI Warsi, Rudy Syaf didampingi Koordinator Divisi Publikasi KKI Warsi Jambi, Sukmaeni kepada SP di Jambi, Kamis (15/10/2020).

Menurut Rudy Syaf, ribuan jiwa warga SAD yang telah bermukim secara menetap di desa-desa sekitar hutan TNBD, Kabupaten Sarolangun dan Merangin rawan terpapar Covid-19. Masalahnya komunitas adat terpencil tersebut tidak sepenuhnya memahami apa itu penyakit Covid-19.

Selain itu warga SAD di Jambi yang mencapai jumlah sekitar 5.000 jiwa juga umumnya kurang mengetahui dampak Covid-19 terhadap kehidupan mereka jika mereka mematuhi protokoler kesehatan Covid-19, khususnya 3M, yakni mencuci tangan, menjaga jarak dan mencuci tangan dengan sabun di air yang mengalir.

“Nah, setiap warga SAD berbelanja ke pasar, mereka kami anjurkan menggunakan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan. Kemudian di desa mereka juga, warga SAD kami anjurkan tetap menjaga jarak, tidak berkerumun dan rajin mencuci tangan, terutama sebelum dan setelah berkunjung ke rumah tetangga. Pantauan kami, warga SAD cukup taat pada protokoler kesehatan dan hingga kini belum ada warga SAD di Jambi yang terpapar Covid-19,”ujarnya.

See also  (Video) Laporan Terkini Penanganan Covid-19 di Provinsi Jambi

Bantuan Pangan

Dijelaskan, selain memberikan edukasi mengenai protokoler kesehatan Covid-19 dan bantuan masker, KKI Warsi Jambi juga mengupayakan bantuan pangan untuk komunitas adat terpencil tersebut. Salah satu di antaranya, mengupayakan bantuan pengadaan pangan warga SAD kepada Kementerian Sosial.

Upaya tersebut, lanjut Rudy Syaf membuahkan hasil. Kementerian Sosial sejak April hingga September lalu memberikan bantuan sosial tunai (BST) kepada sekitar 1.341 kepala keluarga (KK) SAD di Jambi. Warga SAD mendapat BST bantuan Rp 1,8 juta/KK/selama tiga bulan atau Rp 600.000/bulan.

“Sekitar Rp 2,4 miliar bantuan tahap pertama (April, Mei dan Juni) untuk SAD tersebut telah dicairkan Juli lalu. Sedangkan bantuan tahap kedua sekitar Rp 2,4 miliar untuk Juli, Agustus dan September dicairkan akhir September lalu. Jadi sekitar 75 % warga SAD di Jambi sudah mendapatkan BST untuk meringankan beban ekonomi mereka selama pandemi Covid-19,”katanya.

Jemput Bola

Sementara itu jajaran Polres Merangin Jambi juga melakukan kampanye 3M dan pemberian bantuan masker kepada warga SAD di Merangin. Kapolres Merangin, Jambi, Ajun Komisasris Besar Polisi (AKBP) Irwan Andi Purnamawan di Bangko, Merangin, Jambi mengatakan, pihaknya melakukan kampanye 3M ke kalangan warga SAD dengan cara jemput bola, yakni mengunjungi warga SAD di kawasan desa sekitar hutan.

“Salah satu permukiman komunitas SAD yang kami kunjungi untuk melakukan pembagian masker dan kampanye 3M, yakni di Desa Rejosari, Kecamatan Pamenang, Merangin. Warga SAD di desa tersebut rawan penularan Covid-19 karena mereka sudah sering kontak dengan warga masyarakat desa dan kota ketika belanja ke pasar tradisional. Karena itu warga SAD di desa itu perlu melakukan 3 M mencegah penularan Covid-19,”ujarnya.

Sementara itu, Temenggung (Kepala Suku) SAD Desa Rejosari, Kecamatan Pamenang, Merangin, Minan mengatakan sangat terbantu berkat pemberian penjelasan atau sosialiasi mengenai penggunaan masker, cuci tangan dan jaga jarak yang dilakukan Polres Merangin. Melalui sosialiasi tersebut, warga SAD di daerah itu bisa waspada penularan Covid-19 ketika mereka bertemu dengan warga masyarakat desa di pasar-pasar tradisional.

See also  Ada ASN Positif Covid-19, Pegawai RS Jiwa Jambi Diswab

“Kami berterima kasih atas jerih payah Pak Kapolres Merangin dan jajarannya yang datang ke kawasan hutan ini untuk mengajarkan kami menggunakan masker, mencuci tangan dan jaga jarak agar warga kami tidak tertular Covid-19,”katanya.(JP-SP)

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published.