free stats Artis GL Kembali Diperiksa Polisi Terkait Video Berkonten Pornografi - kudiam.com

Artis GL Kembali Diperiksa Polisi Terkait Video Berkonten Pornografi

Jambipos, Jakarta-Pesinetron berinisial GL kembali diperiksa polisi terkait video berkonten pornografi pada Kamis (18/3/2021). Sosok dalam video itu disebut mirip GL. GL kembali diperiksa sebab status perkaranya telah ditingkatkan ke tahap penyidikan setelah ditemukan adanya tindak pidana pada kasus itu dari hasil gelar perkara atas video tersebut.

“Hari ini, kami periksa GL sebagai saksi untuk pemenuhan barbuknya (barang bukti), jadi untuk ke depan proses masih jalan dan terkait perkembangan akan kami laporkan,” kata Kasat Reksrim Polres Jakarta Barat, AKBP Teuku Arsya Khadafi, Kamis (18/3/2021).

Arsya mengungkapkan, GL diajukan 33 pertanyaan pada hari ini. GL mulai diperiksa sekitar pukul 15.30 WIB dan selesai 17.30 WIB. “Semua dijawab baik oleh GL sehingga membuat terang perkara,” kata Arsya GL mengaku pemeriksaan hari ini berjalan dengan lancar. “Berjalan lancar.

Teman-teman, mohon doanya semoga semua lancar,” kata GL saat ditemui Kamis. Kuasa hukum GL, Januardo Sihombing, mengapresiasi polisi yang telah menangkap pelaku penyebaran video itu.

“Kami apresiasi terkait dengan penyebar sudah ditangkap, satu di Bandung (Jawa Barat) dan satu di Trenggalek (Jawa Timur). Artinya untuk proses selanjutnya kami tunggu saja, kami lihat perkembangan,” kata Januardo. GL telah menjalani pemeriksaan terkait kasus itu pada 23 Februari lalu.

Polres Jakarta Barat mengungkapkan, penyebar video syur dengan pemeran yang mirip pesinetron GL telah meraup keuntungan hingga RP 75 juta dari komersialisasi konten. Tersangka berinisial NK mengaku mendapatkan video tersebut dari sebuah grup di aplikasi berbagi pesan Telegram. NK kemudian menyebarluaskan kembali konten tersebut melalu situs porno yang ia kelola.

Video tersebut ia jual dengan harga ratusan ribu rupiah. “(Dapat) dari Telegram, dikirim ke situ sama orang. Saya manfaatkan saja dari situ,” ujar NK dalam konferensi pers di Mapolres Jakarta Barat, Senin (1/3/2021).

See also  Istri Gubernur Jambi Hj Rahima Fachrori Hadiri Pesta “Bona Taon” Marga Manik Jambi

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Jakarta Barat AKBP Teuku Arsya Khadafi mengatakan bahwa timnya telah berhasil melacak grup Telegram tersebut yang diberi nama “GC Family”. “Di dalam grup tersebut terdapat layanan video dan foto bermuatan pornografi,” ujarnya.

Video dengan pemeran yang mirip pesinetron GL diunggah salah satu anggota grup dengan nama akun F38. “Tersangka NK menyebarkan video di website gocrot.com. Member-nya kini 14.000. Untuk mengakses video member membayar Rp 250.000 sampai Rp 400.000. Di situ dia mendapat keuntungan,” jelas Kapolres Jakarta Barat Kombes Pol Ady Wibowo, Senin.

NK telah mengoperasikan situs tersebut sejak November 2019. “Yang bersangkutan sudah meraup keuntungan Rp 75 juta dari beberapa video yang dimiliki,” jelas Ady.

NK, seorang penyebar video berkonten pornografi dengan pemeran mirip pesinetron berinisial GL, mengaku mendapatkan video tersebut dari sebuah grup Telegram. “(Dapat) dari (grup) Telegram, dikirim ke situ sama orang. Saya manfaatkan saja dari situ,” kata NK dalam konferensi pers di Mapolres Jakarta Barat, Senin (1/21/2021). Berdasarkan pemeriksaan, diketahui bahwa grup Telegram tersebut bernama “GC Family”.

“Di dalam grup tersebut terdapat layanan video dan foto bermuatan pornografi,” jelas Kasat Reskrim Polres Jakarta Barat AKBP Teuku Arsya Khadafi, Senin.

Sementara, video dengan pemeran yang diduga mirip dengan pesinetron GL diunggah oleh salah satu anggota grup dengan nama akun F38. Setelah memperoleh video tersebut, NK mengunggahnya dalam situs www.gocrot.com yang ia kelola.

“Tersangka NK menyebarkan video di website gocrot.com, member-nya kini 14.000. Member untuk mengakses video membayar Rp 250.000 sampai Rp 400.000, di situ dia mendapat keuntungan,” jelas Kapolres Jakarta Barat Kombes Pol Ady Wibowo, Senin.

See also  Pengaruh E-Commmerce Terhadap Pertumbuhan Ekonomi  Indonesia

Sebagai informasi, NK telah mengoperasikan situsnya sejak Bulan November 2019. “Yang bersangkutan sudah meraup keuntungan Rp 75 juta dari beberapa video yang dimiliki,” jelas Ady. Sementara, tersangka MSA mengaku mendapat video berkonten pornografi tersebut dari sebuah grup telegram bernama “DF 18”.(**)

 

Sumber: Kompas.com

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published.