free stats Berikut Ini Khutbah Jumat Menyambut Ramadhan 2022 Sesuai Dalam Islam - kudiam.com

Berikut Ini Khutbah Jumat Menyambut Ramadhan 2022 Sesuai Dalam Islam

Berikut Ini Khutbah Jumat Menyambut Ramadhan 2022 Sesuai Dalam Islamkudiam.com – hai gaes jumpa lagi sama admin disini, Khotbah Jumat untuk mengundang Ramadhan 2022 harus dilihat sebagai dasar untuk berpuasa selama sebulan penuh di bulan yang diberkati setelah fakta.

Kebajikan Ramadhan bagi umat Islam sangat luar biasa karena di bulan surga ini semua amal ibadah dibalas oleh Allah berlipat ganda.

Hamparan panjang Ramadhan merupakan anugerah dan berkah yang luar biasa yang telah diberikan oleh Allah SWT kepada pribadi-pribadi Nabi Muhammad SAW.

Di dalamnya terdapat keutamaan dan hikmah khusus yang Allah berikan kepada hamba-hamba-Nya yang ikhlas dan ikhlas dalam berpuasa, serta ibadah-ibadah lainnya.

Tahun ini, sesuai kalender, bulan puasa Ramadhan jatuh pada Sabtu, 2 April 2022.

Namun, keputusan awal pada 1 Ramadhan 1443 H/2022 masih harus menunggu sidang Isbat Kementerian Agama (Kemenag) pada Jumat, 1 April 2022.

Selanjutnya teks Khutbah Jum’at Menyambut Ramadhan 2022 sebagaimana dilansir bdkbandung.kemenag.go.id:

Khutbah Pertama Menyambut Ramadhan

إنَّ الـحَمْدَ لِلّهِ نَـحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُه اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ إِلَى الْيَوْمِ الَّذِيْ نَلْقَاه يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا أمّا بَعْدُ

Majelis Jum’at yang diridhoi Allah

Setelah tahmid memuji Allah sebagai bentuk rasa syukur kita kepada Allah atas setiap nikmat-Nya yang diberikan kepada kita.

See also  Berikut Ini Link Video Tahmina Chowdhury Prity Viral On Tiktok

Setelah salawat dan salam, kami berurusan dengan Allah Rasulullah, Shallallahu ‘alayhi wa sallam dan kerabatnya.

Mengizinkan khatib menyampaikan wasiat taqwa, khususnya bagi khatib sendiri dan secara keseluruhan bagi jemaah jum’at yang dimuliakan Allah SWT.

“Hai orang-orang yang menerima, bertakwalah kepada Allah dengan benar-benar takut kepada-Nya; dan janganlah kamu berpindah kecuali kamu seorang Muslim.”

Jum’at Jum’at yang diridhoi Allah Tanpa kita sadari, bentangan panjang Sya’ban telah memasuki fase terakhirnya. Artinya, tinggal beberapa hari lagi untuk kedatangan tamu luar biasa, tamu istimewa yang ditunggu-tunggu oleh setiap penyembah.

Di bulan suci Ramadhan, bulan penuh berkah. Oleh karena itu, marilah kita perbanyak berdoa kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala, semoga Allah memberkati kita di bulan terakhir Rajab dan Syaban sekarang, dan diberi kesempatan untuk bertemu dengan bulan surgawi Ramadhan.

اَللَّهُمَّ سَلِّمْنـِي إِلَى رَمَضَانَ وَسَلِّمْ لِـي رَمَضَانَ وَتَسَلَّمْهُ مِنِي مُتَقَبَّلاً

“Ya Allah, bawalah aku ke Ramadhan, dan sampaikan Ramadhan kepadaku, dan akui amalanku di bulan Ramadhan.” (Lathaif Al-Ma’arif, hal. 264)

Sebagai wujud keikhlasan kita dalam mengundang tamu istimewa ini dan sebagai penegasan keseriusan kita dalam memuliakan dia, tentunya kita harus merencanakan segala sesuatunya jauh-jauh hari sebelum kemunculannya.

Ada beberapa hal yang harus kita rencanakan, antara lain: Pertama: dalam bentangan panjang Ramadhan kita dihimbau untuk memperbanyak amalan-amalan sunnah seperti membaca Alquran, dzikir, istighfar, permohonan duha, shalat tahajud dan witir, serta bersedekah.

Untuk memiliki pilihan untuk melakukan semuanya dengan hati-hati dan istiqomah, kami ingin banyak pelatihan. Di sinilah bulan Rajab dan Sya’ban memiliki posisi yang sangat mendesak sebagai kesempatan ideal untuk berlatih, membiasakan diri melakukan sunnah secara berkelanjutan.

Dengan latihan ini, di bulan Ramadhan kita akan terbiasa dan merasa ringan untuk mengerjakannya, sehingga tanaman iman dan amal shaleh akan melahirkan ketaqwaan yang sejati.

See also  Berikut Video Viral Turis-turis Bule Ikut Lomba Panjat Pinang HUT RI di Banyuwangi, Panen Pujian

Seorang ulama yang bernama Abu Bakar Al-Warraq Al-Balkhi berkata: شَهْرُ رَجَبَ شَهْرٌ لِلزَّرْعِ وَشَعْبَانُ شَهْرُ السَّقْيِ لِلزَّرْعِ وَرَمَضَانُ شَهْرُ حَصَادِ الزَّرْعِ

“Bentang panjang Rajab adalah masa tanam. Perpanjangan Sya’ban adalah masa menyiram tanaman. Apalagi renggangan panjang Ramadhan adalah masa panen.”

Sangat mungkin praktik yang paling penting untuk Anda latih adalah puasa. Karena periode Ramadhan adalah bulan puasa, maka dengan membiasakan puasa sunnah sejak panjangnya bulan Rajab atau Sya’ban, sebenarnya kita akan ingin menyelesaikan puasa Ramadhan dengan agung.

Sehingga dalam bentangan panjang Ramadhan produktivitas, pelaksanaan, dan ibadah kita meningkat. Yang kedua: kami ingin memposisikan diri dari sisi ilmiah, lebih spesifik dengan memperluas ilmu yang berhubungan dengan ibadah Ramadhan.

Banyak orang berpuasa, tetapi mereka hanya menghasilkan keinginan dan kehausan. Hal ini karena puasa tidak didasarkan pada pengetahuan yang cukup.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: رُبَّ صَائِمٍ حَظُّهُ مِنْ صِيَامِهِ الجُوْعُ وَالعَطَشُ

“Berapa jumlah orang yang berpuasa tetapi tidak ia dapatkan dari puasanya kecuali rasa rindu dan haus.” (H.R.Al-Hakim)

Yang ketiga: Ramadhan adalah syahrul quran, bulan diturunkannya Al Quran. Allah ta’ala berfirman: شَہۡرُ رَمَضَانَ ٱلَّذِىٓ أُنزِلَ فِيهِ ٱلۡقُرۡءَانُ هُدً۬ى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَـٰتٍ۬ مِّنَ ٱلۡهُدَىٰ وَٱلۡفُرۡقَانِ‌ۚ

“Ramadhan yang panjang, bulan di mana Al-Qur’an diturunkan (dimulai) sebagai pembantu bagi umat manusia dan penjelasan untuk arah itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil).
(Q.S. Al-Baqarah: 185)

Agar di bulan Ramadhan yang panjang ini kita dapat meningkatkan kerjasama dengan Al-Qur’an, kita harus meningkatkan kedekatan kita dengan Al-Qur’an mulai saat ini.

Yang keempat: perbanyak berdoa kepada Allah. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman pada ayat selanjutnya: وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِى عَنِّى فَإِنِّى قَرِيبٌ‌ۖ أُجِيبُ دَعۡوَةَ ٱلدَّاعِ إِذَا دَعَانِ‌ۖ فَلۡيَسۡتَجِيبُواْ لِى وَلۡيُؤۡمِنُواْ بِى لَعَلَّهُمۡ يَرۡشُدُونَ

See also  Link Video Https //www.mediafire.com/file/wwywcmpi92fb8p7/depan_temen_pun_di_sikat.mp4/file

“Dan jika hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwa Aku dekat. Aku mengabulkan doa orang-orang yang memohon ketika mereka meminta kepada-Ku, maka biarkan mereka memuaskan (setiap perintah-Ku) dan izinkan mereka untuk memilikinya. beriman kepada-Ku, supaya mereka selalu ada dalam kenyataan.” (Surat al-Baqarah: 186)

Ramadhan adalah bulan kita memohon kepada Allah. Maka marilah kita perbanyak doa kita kepada Allah, dalam berbagai kesempatan.

Sehingga ketika Ramadhan tiba, waktu-waktu istimewa yang mujarab tidak kita lewatkan tanpa memohon kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Untuk meminta dan mengomel segala sesuatu kepada Allah. Yang terakhir: kondisikan anak dan istri kita untuk siap menyambut Ramadhan.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman pada ayat selanjutnya: أُحِلَّ لَڪُمۡ لَيۡلَةَ ٱلصِّيَامِ ٱلرَّفَثُ إِلَىٰ نِسَآٮِٕكُمۡ‌ۚ هُنَّ لِبَاسٌ۬ لَّكُمۡ وَأَنتُمۡ لِبَاسٌ۬ لَّهُنَّ‌ۗ “Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan isteri-isteri kamu; mereka adalah pakaian bagimu, dan kamupun adalah pakaian bagi mereka.” (QS. Al Baqarah: 187)

Hamparan panjang Ramadhan menjadi kesempatan bagi kita untuk mempererat keakraban dengan keluarga. Istri kami adalah pakaian bagi kami, dan kami adalah pakaian bagi istri kami.

Demikianlah persiapan yang seharusnya kita lakukan agar bulan Ramadhan tahun ini lebih berkualitas dari Ramadhan-ramadhan sebelumnya. Aamiin. بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْم، أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ, فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرّحِيْم Wallahu A’lam

Akhir kata

Cukup sekian informasi kaliini semoga bermanfaat.

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published.