free stats BPJS Kesehatan dan Kesadaran Asuransi Masyarakat Indonesia - kudiam.com

BPJS Kesehatan dan Kesadaran Asuransi Masyarakat Indonesia

Jambipos-Tak dapat dipungkiri bahwa hidup manusia tersusun atas rangkaian kejadian yang tak dapat diprediksi. Apa yang akan terjadi besok, lusa, maupun dimasa depan tidak ada satupun dari kita yang diberi kemampuan untuk dapat mengetahuinya secara pasti. Dengan kata lain, kehidupan kita ini penuh dengan risiko.

Risiko adalah ketidakpastian akan suatu keadaan yang mana apabila suatu keadaan yang tidak dikehendaki terjadi, akan timbul kerugian. Risiko yang terdapat pada kehidupan setiap insan, baik itu diri kita sendiri, keluarga tersayang, atau kerabat terdekat dapat secara langsung maupun tidak langsung mempengaruhi kehidupan kita.

Kita tidak akan mengira sesuatu yang awalnya terlihat baik-baik saja dalam hitungan detik bisa menjadi atau mendapat musibah yang kita sendiri tidak memiliki kuasa untuk mengendalikannya. Banjir, penyakit, kecelakaan, atau apa pun bentuk dari musibah tersebut pastinya akan berimbas kepada kesehatan fisik maupun mental kita. Betapa hancur perasaan kita apabila orang tersayang, maupun kerja keras kita pada akhirnya akan hilang begitu saja.

Hal tersebutlah yang memaksa kita perlu untuk mendapatkan suatu bentuk perlindungan. Salah satu cara untuk mendapat perlindungan yaitu dengan mendaftar asuransi. Pemerintah Indonesia sendiri telah memfasilitasi masyarakat untuk mendapatkan asuransi yang disebut juga asuransi sosial.

Apa itu asuransi sosial?

Asuransi sosial adalah asuransi yang menyediakan jaminan sosial bagi anggota masyarakat yang dibentuk oleh pemerintah dan bersifat wajib untuk semua penduduknya dengan harga premi sama rata yang ditetapkan dalam satu negara yang berguna untuk memberikan perlindungan atas risiko sosial ekonomi yang menimpa peserta asuransi dan anggota keluarganya. Premi yang dibayarkan pada asuransi sosial relatif kecil, dipotong langsung dari gaji dan merupakan presentase dari gaji pokok dan tunjangan.

See also  Perang Total Lawan Corona

Asuransi sosial di Indonesia sendiri ada beberapa, diantaranya adalah PT Askes (Persero), PT Jamsostek (Persero), PT Jasa Raharja (Persero), PT Taspen (Perserp), PT Asabro (Persero), yang dalam perkembangannya PT Askes dan PT Jamsostek melebur menjadi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS), yaitu BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan.

Kesadaran asuransi

Kebanyakan orang masih belum sadar akan pentingnya asuransi. Asuransi masih belum dianggap sebagai kebutuhan yang penting atau primer bagi sebagian orang karena kebanyakan orang menilai bahwa mereka masih belum membutuhkan hal tersebut atau lebih memprioritaskan hal-hal yang terjadi saat ini dengan mempertimbangkan mana yang lebih terlihat menguntungkan kedepannya.

Misalnya, orang lebih memilih menggunakan uangnya untuk berinvestasi karena dari investasi tersebut dapat menghasilkan keuntungan yang berlipat ganda dalam suatu kurun waktu. Sedangkan dengan mengalokasikan uangnya ke asuransi berarti harus membayar premi asuransi, dan apahila tidak mengajukan klaim atas asuransi maka orang akan merasa rugi sehingga enggan untuk tergabung dalam asuransi.

Sesuai dengan naluri manusia, orang cenderung mencari sebanyak-banyak keuntungan dengan meminimalkan beban yang harus dibayarkan. Kesadaran masyarakat yang masih kurang tersebut dapat dilihat juga dalam tagar pemberitaan yang menyatakan bahwa salah satu produk asuransi sosial pemerintah, BPJS Kesehatan, terus mengalami defisit. Hal tersebut dapat terjadi lantaran masyarakat khususnya peserta asuransi tersebut dianggap banyak yang menunggak pembayaran premi dan tidak membayar setelah biaya pengobatannya telah ter-cover.

BPJS Kesehatan

Telah dikatakan sebelumnya bahwa salah satu faktor yang disebut mempengaruhi kesehatan finansial BPJS kesehatan tidak lain adalah kontribusi pembayaran premi dari peserta. Kebanyakan masyarakat khsusunya peserta BPJS yang sakit dan telah di-cover biayanya oleh BPJS kemudian tidak melanjutkan pembayaran premi asuransi, sehingga tunggakan akan terus berakumulasi.

See also  Kementerian PUPR Gandeng PWI Gelar Konsolidasi Regional

Ketika peserta sakit dan membutuhkan pembiayaan, maka tunggakan tersebut harus dilunasi dahulu dan tentu saja akan menjadi mahal. Alhasil, peserta yang tidak dapat membayar dan tidak mencicil pembayaran preminya, tidak dapat diberikan pengobatan.

Selain itu, banyak orang yang baru mengurus BPJS ketika membutuhkan, dan langsung meminta untuk dapat digunakan. Hal tersebut tentunya selain tidak adil, juga merupakan suatu bentuk kurang sadarnya masyarakat akan pentingnya asuransi. Biaya pengobatan yang dikeluarkan oleh BPJS untuk penyakit-penyakit degeneratif yang penderitanya semakin banyak pun juga tidak bisa dibilang kecil.

Dilihat dari sisi ekonominya sendiri, pemerintah dianggap cenderung agak pelit. Berdasarkan data GDP (Gross Domestic Product) atau PDB (Produk Domestik Bruto) negara kita, Indonesia memiliki PDB 12.000 Triliun. Namun, dana yang dicurahkan untuk BPJS kurang dari 100 Triliun, lebih tepatnya 84 Triliun. Secara total, health expenditure negara kita hanya 3-4% saja.

Sedangkan negara lain pada umumnya sebesar 10-20%. Seharusnya pemerintah lebih memperbesar anggaran bagi BPJS karena selain rakyat Indonesia yang banyak, juga ditambah biaya pengobatan penyakit yang tidak murah.

Walaupun begitu, BPJS Kesehatan kalaupun dijalankan dengan benar juga pasti akan defisit. Sebab, BPJS Kesehatan merupakan pelayanan sosial yang disediakan oleh pemerintah dan bukan oleh perusahaan asuransi swasta dengan orientasi mencari keuntungan.

Lantas bagaimana dengan pelayanan yang diberikan? Membicarakan mengenai pelayanan BPJS Kesehatan, sebelumnya ada dua hal yang berlu digaris bawahi. Pertama, BPJS berperan sebagai lembaga penyelenggara, dan kedua, Rumah Sakit berperan sebagai mitra penyelenggara program BPJS. Mengenai apa yang kerap dikeluhkan masyarakat terkait BPJS adalah soal mitra BPJS. Mulai dari keluhan akan lambannya penanganan, antrian yang panjang, fasilitas yang kurang memadahi, dianggap sebelah mata, dan lain sebagainya.

See also  Komisi III DPR Minta Eks ISIS Tidak Dipulangkan ke Tanah Air

BPJS sendiri dirasa telah memiliki manfaat yang luar biasa dengan mempertimbangkan biaya premi yang terjangkau dan pembayaran manfaat sesuai tagihan. Dibandingkan dengan asuransi kesehatan swasta yang akan menagih premi puluhan juta per tahun, BPJS kiranya hanya menagih jutaan rupiah per tahun.

Selain itu juga, BPJS menerima anggota siapapun, sekalipun orang tersebut memiliki riwayat penyakit kritis, berkebalikan dengan asuransi swasta. Hanya saja, masih banyak dirasa bahwa klaim BPJS terlalu berbelit dan membutuhkan banyak berkas sehingga seolah-olah menghapus poin positif diatas.

Masyarakat sebagai warga negara seharusnya aktif kontributif dalam menyukseskan program pemerintah yang bertujuan untuk menyejahterakan masyarakat itu sendiri. Kesadaran masyarakat Indonesia dalam berasuransi masih tergolong rendah meskipun telah difasilitasi oleh program pemerintah. Tugas kita adalah mengupayakan agar masyarakat luas tahu dan sadar akan betapa pentinignya berjaga-jaga untuk suatu kejadian buruk yang memiliki presentase kemungkinan untuk dapat terjadi pada setiap manusia, yaitu salah satunya dengan berasuransi dan secara rutin membayarkan preminya. (JP-Penulis Adalah Mahasiswa Program Studi Diploma III Akuntansi Politeknik Keuangan Negara STAN)

 

Sumber :

https://id.wikipedia.org/wiki/Asuransi_sosial

https://lifepal.co.id/blog/asuransi-sosial/

https://www.cekaja.com/info/sudah-ikut-asuransi-swasta-apa-harus-daftar-bpjs/

https://knoema.com/atlas/Indonesia/Health-expenditure-as-a-share-of-GDP

https://www.cnbcindonesia.com/investment/20180516141422-21-15179/nasib-bpjs-kesehatan-iuran-cuma-rp-74-t-pengeluaran-rp-84-t

https://www.indonesia-investments.com/id/keuangan/angka-ekonomi-makro/produk-domestik-bruto-indonesia/item253

https://en.m.wikipedia.org/wiki/List_of_countries_by_total_health_expenditure_per_capita

 

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published.