free stats Cegah Virus Corona, Transaksi Pajak Kendaraan Dihentikan di Seluruh Provinsi Jambi - kudiam.com

Cegah Virus Corona, Transaksi Pajak Kendaraan Dihentikan di Seluruh Provinsi Jambi

Jambipos, Jambi-– Badan Keuangan Daerah Provinsi Jambi menghentikan transaksi pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) di seluruh Kantor Bersama Satu Atap (Samsat) se-Provinsi Jambi selama 14 hari kerja, mulai tanggal 19 Maret hingga 4 April 2020. Pembayaran PKB dan pengurusan surat-surat kendaraan bermotor di kantor Samsat se-Provinsi Jambi akan dibuka kembali Senin, 6 April 2020. Namun seluruh pegawai kantor Samsat se-Provinsi Jambi tetap masuk kerja.

“Kami mengambil kebijakan ini mencegah penyebaran virus corona (Covid-19) di Provinsi Jambi. Kantor Samsat se-Provinsi Jambi termasuk salah satu tempat yang rawan penyebaran virus corona karena ramai dikunjungi warga masyarakat setiap hari. Risiko penularan virus corona di Kantor Samsat  perlu diantisipasi dengan menghentikan sementara pembayaran PKB dan pengurusan surat-surat kendaraan,” kata Kepala Badan Keuangan Daerah Provinsi Jambi, Agus Pirngadi di Jambi, Kamis (19/3/2020).

Menurut Agus Pirngadi, pihaknya sudah mengirim surat edaran ke seluruh kantor Samsat kabupaten/kota se-Provinsi Jambi mengenai penghentian sementara pembayaran PKB di daerah itu. Namun pembayaran PKB secara online melalui layanan E-Samsat dan Samsat Online Nasional (Mobile Banking dan ATM) tetap bisa dilakukan.

“Seluruh objek wisata di Kerinci kami tutup hinga dua pekan mendatang. Objek wisata yang ditutup tersebut, kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS), Gunung Kerinci, Danau Kerinci, Danau Gunung Tujuh, Danau Kaco dan objek wisata lainnya,”katanya.

Dikatakan, penutupan objek wisata di TNKS Kerinci dilakukan menyusul surat edaran Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem dan Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (BBTNKS).

See also  Wali Kota Jambi Berikan Bingkisan Tali Asih Kepada Umat Budha

Juanda mengatakan, selain menutup objek wisata, pihaknya juga meminta seluruh pemilik hotel dan home stay (penginapan) lebih berhati-hati menerima tamu atau wisatawan. Pemilik hotel dan home stay juga diharapkan menyediakan sarana kebersihan pencegah virus seperti hand sanitizer (cairan pembersih tangan), sabun cuci tangan dan masker.

“Kami juga meminta pemilik hotel dan home stay melakukan penyemprotan disifektan atau pebasmi kuman di hotal dan home stay mereka. Jika ada pengunjung yang mengalami gejala virus corona, kami minta pemilik hotel dan home stay segera melaporkannya ke petugas kesehatan terdekat,”katanya.

Secara terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Tanjungjabung Timur Ernawati mengatakan, seluruh Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di daerah itu diwajibkan membatasi jam berkunjung untuk keluarga pasien. Pembatasan jam berkunjung tersebut mencegah terjadinya penyebaran virus corona di kalangan pasien.

“Para kepala puskemas rawat inap di Tanjabtim kami minta bisa memberikan pemahaman kepada keluarga pasien agar tidak ada yang protes,”katanya.(JP-SP)

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published.