free stats Cerita Horor Mudik Lintas Timur Sumatera - kudiam.com

Cerita Horor Mudik Lintas Timur Sumatera

Jambipos, Riau-Seorang pemudik adal Kota Jambi membagikan cerita horor  banjir Pangkalan Kerinci, Pelalawan, Riau (22/12/2018).

Sebelum berangkat selalu up date kondisi banjir Pkl.Kerinci termasuk via youtube dan juga dari teman yang kebetulan kerja di Pkl.Kerinci, serta info dari keluarga.

Bahkan untuk memutar lewat jalur alternatif (Taluk Kuantan) pun sudah direncanakan.

Sabtu subuh mulai menyusuri jalur lintas timur sambil terus up date banjir. Tiba disimpang menuju jalur alternatif kami diberi tahu penduduk setempat bahwa jalannya kurang bagus dan memang lebih jauh.

Setelah berdiskusi akhirnya diputuskan tetap via Pkl.Kerinci, dengan pertimbangan kalau banjirnya masih tinggi kami menyeberang naik truk tronton. Pukul 5 sore tiba dilokasi dan keraguan mulai terasa.

Lalu saya melihat seorang polisi yang berjaga dilokasi yang kakinya pun berada didalam air (terlihat masih semata kakinya).

Lalu sambil berjalan pelan spontan saya tanya, ” Pak, bisa lewat?” Bisa, jawabnya dengan yakin. Karena memang diberitakan banjir sudah mulai surut.

Sejurus kemudian mobilpun perlahan melewati air, dipandu oleh petugas2 lainnya agar mobil tidak terperosok kearah lain. Sebelumnya dapat info bahwa spot banjirnya tidak hanya satu, tapi kami tidak tahu bahwa TERNYATA spot pertama ini adalah yang terdalam juga terpanjang….dan hororpun dimulai untuk mobil yang ground clearance nya hanya 18,5 cm.

Selanjutnya dalam video bisa dilihat bahwa kedalaman air ternyata sampai selutut orang dewasa bahkan menyentuh bumper dan kenalpot bus didepan kami, suara mesin bus juga sangat keras dan berasap.

Istri dan anak2pun mulai dilanda kecemasan dan kepanikan. Rasa ciut pun mendera karena terlihat 2 mobil jenis kijang kapsul saja sampai mogok dan ditarik.

See also  Polisi Buru Pelaku Pembunuhan Korban Tigor Nainggolan, Warga Kota Jambi

Ditengah spot pertama ini mesin benar2 nyaris mati dan kehilangan tenaga bisa jadi karena knalpot sudah mulai kemasukan air. Tapi karena gas terus ditekan sampai suara mesinpun “menjerit” akhirnya setelah hampir 10 menit (serasa 10 tahun) kamipun tiba diujung spot pertama dan mesin tetap hidup.

Begitulah selanjutnya sampai ada 5 spot namun tidak terlalu dalam & panjang lagi. Hingga akhirnya horor ini terlewati lebih 1 jam (serasa 1 tahun).

Kalau biasanya non stop Jambi-Medan (30 jam) kali ini kami menginap di kota Pkl.Kerinci untuk menghilangkan ketegangan yang baru saja dilewati. Esok paginya kami lanjutkan perjalanan menuju Medan dengan arus mudik yang mulai padat namun masih lancar.

Untuk mobil jenis SUV kondisi tersebut bukanlah masalah tapi akan lain ceritanya untuk jenis MPV dengan ground clearance 18,5 cm. Namun bukan hanya jenis mobil yang menentukan, skill dan jam terbang drivernya juga harus mumpuni.(JP-dr Hasibuan FB)

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published.