free stats Dana Pungutan Sawit 2021 Cetak Rekor Rp 71 Triliun, Harga CPO Melesat - kudiam.com

Dana Pungutan Sawit 2021 Cetak Rekor Rp 71 Triliun, Harga CPO Melesat

Dana Pungutan Sawit 2021 Cetak Rekor Rp 71 Triliun, Harga CPO Melesatkudiam.com.com – Hay sahabat semua kembali lagi dengan saya admin di sini saya akan membahas mengenai Di dalam lima tahunan BPDPKS sudah menyalurkan dana Rp 6,5 triliun untuk peremajaan kebun sawit seluas 242 ribu hektaredana pungutan (Dp) ekspor industri sawit pada 2021 jadi yang tertinggi sejak didirikan pada 2015 Yakni senilai Rp 71,64 triliun. Pertumbuhan harga sawit dunia jadi pendorong utama lonjakan dana ini.

Berdasarkan data Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (Bpdpks) , volume eskpor sawit 2021 tercatat hanya mencapai 36,97 juta ton atau lebih rendah pada realisasi 2017 sebanyak 37,44 juta ton. Tetapi, nilai ekspor sawit pada tahun lalu mencetak rekor baru atau melonjak 31,99Prosen jadi Us$ 30,32 miliar.

“Jadi, di 2021 ini memang penerimaan terbesar yang kita terima oleh Bpdpks. Ini disebabkan karena harga sawit yang meningkat terus, sehingga tarif (Dp ekspor) maksimum,” kata Direktur Primer Bpdpks Eddy Abdurrachman dalam rapat dengar pendapat bersama dengan Komisi Iv, Senin (17/1).

Sebagai informasi, harga rata-rata CPO dunia sepanjang 2021 di atas Us$ 1.000 per ton. Harga tertinggi berjalan pada Oktober 2021 atau senilai Us$ 1.390 per ton.

Adapun, skema perhitungan BPDPKS adalah senilai Us$ 55 untuk penjualan CPO senilai Us$ 750 per ton. Setiap penambahan harga jual sebanyak Us$ 50 per ton, DP ekspor akan ditambah Us$ 20.

Penambahan Akan terus dilakukan sampai nilai jual CPO mencapai Us$ 1.000 per ton. Dengan demikian, DP ekspor maksimal mencapai Us$ 175 per ton.

Meski Penerimaan BPDPKS tercatat menyentuh rekor, kinerja program peremajaan sawit masyarakat (Psr)  tercatat anjlok. Pada 2021, luas lahan yang mendapatkan program PSR hanyalah 42.212 hektar atau susut 55,1prosen dari capaian 2020 seluas 94.033 hektar.

See also  (Update) Link Kumpulan Video Full Bokeh 164.68.127.15 Terbaru

Dana PSR yang tersalurkan pun anjlok 56,3Prosen dari capaian 2020 jadi Rp 17,7 triliun. Eddy mengatakan hal ini disebabkan oleh penambahan  verifikasi data perkebunan dengan peta dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Dlhk) dan Dinas Pertanahan tempat.

Tak hanya itu, Eddy menilai banyak peserta program PSR yang mengundurkan diri untuk nikmati tingginya harga CPO dunia. “Sehingga, dengan alasan apa pun, mereka (Peserta Program) mengundurkan diri,” kata Eddy.

Pada 2016-2021, BPDPKS sudah menyalurkan dana Rp 6,59 triliun untuk peremajaan kebun sawit seluas 242 ribu hektar milik 105 ribu pekebun. Luas lahan hasil Program PSR terluas ada di provinsi Sumatra Selatan, Aceh, dan Riau.

Program peremajaan sawit ini dibuat pemerintah untuk tingkatkan produktivitas kebun dan memperbaiki tata ruang perkebunan. Karena sampai saat ini, produktivitas sawit Indonesia masih sekitar 3 ton-4 ton per hektare setara minyak sawit mentah (Cpo).

Didalam program ini, pemerintah mengupayakan penanaman ulang dengan varietas sawit yang mempunyai produktivitas lebih tinggi dengan sasaran menghasilkan 5 ton hingga 6 ton per hektare setara Cpo.

Adapun pemerintah menargetkan peremajaan sawit masyarakat pada lahan seluas 540.000 hektare didalam saat lima tahun, dengan sasaran 180.000 hektare per tahunnya.

Akhir kata

Demikian pembahasan  yang bisa admin sampaikan semoga artikel ini bisa bermanfaat, sekian dan terimakasih

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published.