free stats Defisit Ratusan Miliar, Pembangunan Jambi 2021 Terancam Mandek - kudiam.com

Defisit Ratusan Miliar, Pembangunan Jambi 2021 Terancam Mandek

Jambipos, Jambi- Pembangunan infrastruktur, penanggulangan kemiskinan dan pembangunan sektor lainnya di Provinsi Jambi tahun depan terancam mandeg. Hal tersebut dipengaruhi terjadinya defisit anggaran daerah itu hingga Rp 158,8 miliar dalam Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) 2021 Provinsi Jambi. Defisit anggaran pembangunan Jambi tersebut disebabkan lebih besarnya anggaran pengeluaran atau belanja daerah dibandingkan penerimaan Provinsi Jambi tahun depan.

Penjabat Sementara (Pjs) Gubernur Jambi, Restuardy Daud ketika menyampaikan Nota Pengantar Kebijakan Umum APBD (KUA) dan Plafon dan Prioritas Anggaran Sementara (PPAS) Tahun 2021 pada Rapat Paripurna DPRD Provinsi Jambi di gedung DPRD Provinsi Jambi, Senin (28/9/2020) mengatakan, belanja daerah Pemprov Jambi tahun 2021 mencapai Rp 4,2 triliun. Belanja tersebut terdiri dari belanja operasional sekitar Rp 3,3 triliun, belanja modal sekitar Rp 185,2 miliar, belanja tidak terduga sekitar Rp 20 miliar rupiah dan belanja transfer sekitar Rp 734,7 miliar.

“Berdasarkan target pendapatan daerah yang dibandingkan dengan kebutuhan belanja daerah, maka Pemprov Jambi diperkirakan akan mengalami defisit sejumlah Rp 158,8 miliar. Kekurangan tersebut akan ditalangi pembiayaan daerah sekitar Rp 176,8 miliar dan pentertaan modal di Bank Jambi sekitar Rp 18 miliar,”katanya.

Menurut Restuardy Daud, terjadinya defisit anggaran pembangunan Jambi dipengaruhi penurunan target pendapatan asli daerah (PAD) tahun depan. Rencana target pendapatan daerah Provinsi Jambi pada RAPBD 2021 hanya sekitar Rp 4 triliun. Pendapatan daerah Jambi itu berkurang Rp 666 miliar (14,19 %) dibandingkan dengan APBD murni tahun 2020 sekitar Rp 4,7 triliun.

“Penurunan target pendapatan daerah tersebut disebabkan oleh penurunan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan penurunan pendapatan transfer pemerintah pusat yang belum dapat ditargetkan optimal mengingat situasi pemulihan ekonomi akibat Covid-19,”ujarnya.

See also  Jambi Terima 2.000 Unit APD dari Kementerian Kesehatan

Dikatakan, target PAD Provinsi Jambi 2021 diproyeksikan hanya Rp 1,5 triliun, berkurang Rp 202 miliar atau (11,74 %) dibandingkan target pada APBD Jambi murni tahun 2020 sekitar Rp 1,7 triliun. Penurunan nilai nominal terbesar target PAD Jambi 2021 bersumber dari pajak daerah. Pajak daerah di Jambi tahun depan hanya ditargetkan Rp 1,2 triliun atau menurun sekitar Rp 202 miliar (14,35 %) dari target PAD Jambi 2020 sekitar Rp 1,4 triliun.

Restuardy Daud mengatakan, rencana target yang bersumber dari pendapatan transfer Pemerintah Pusat diproyeksikan Rp sekitar 2,6 triliun, terdiri dari dana perimbangan Rp 2,6 triliun dan dana insentif daerah sekitar Rp 9,8 miliar.

“Proyeksi dana perimbangan tersebut bersumber dari dana transfer umum berupa dana bagi hasil yang ditargetkan sejumlah Rp 305,8 miliar atau turun sekitar 17,44 %, dana alokasi umum diproyeksikan Rp 1,3 triliun rupiah atau turun 10,54 %,”katanya.(JP-SP)

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published.