free stats Efek Perang Rusia ke Pasar Saham - kudiam.com

Efek Perang Rusia ke Pasar Saham

Efek Perang Rusia ke Pasar Sahamkudiam.com – hai gaes jumpa lagi sama admin disini yang akan memberikan informasi Efek dari konflik Rusia di pasar saham adalah masalah yang tidak dapat dihindari. Yang pasti pelaku pasar modal khawatir, karena bisa membuat IHSG turun. Tetapi masalah utamanya adalah seberapa dalam penurunan itu akan terjadi.

Bisa dibilang ini sidang lanjutan setelah terkena dampak dari perang dagang antara China dan Amerika 2019, lalu COVID-19 setiap tahun 2020, saat ini perang Rusia dan Ukraina yang bisa berdampak sangat luas.

Akar Perang Rusia dan Ukraina

Pertama-tama kita melihat pemicu yang mendasari konflik antara Rusia dan Ukraina. Di masa lalu, Ukraina adalah bagian dari Uni Soviet yang legendaris. Namun kemudian ketika dihancurkan, Ukraina kemudian merdeka.

Intinya, ini adalah pertanyaan tentang perlunya bersahabat dengan Moskow, atau perlu lebih dekat dengan Uni Eropa. Puncaknya terjadi pada tahun 2014, ketika pihak yang mendukung pemerintah Moskow digulingkan.

Ada penambahan Krimea pada tahun 2014, yang menurut Rusia melindungi warganya yang berbahasa Rusia. Padahal daerah tersebut merupakan daerah otonom.

Bergabungnya Crimea membuat wilayah lain tidak dapat diprediksi, di antaranya Donestk dan Luhansk yang kemudian mengumumkan kemerdekaan dari Ukraina. Tentu saja hal ini membuat geram banyak pihak.

Bahaya Perang Rusia ke Saham

Yang paling ditakuti dari dampak konflik saat ini adalah berbagai negara akan terseret ke dalam konflik yang lebih besar. Hal ini karena menyeret isu antara koalisi NATO dan Rusia.

Jika NATO dan sekutunya kemudian bergerak, terutama termasuk Amerika, maka hal yang lebih menakutkan bisa terjadi, khususnya episode konflik universal ketiga. Karena banyak negara bisa terlibat dengan konflik ini.

See also  Berikut Ini Video Viral Adiku Perusak Rumah Tanggaku No Sensor Viral di Tiktok & Facebook

Jika banyak negara terlibat, hal terburuk yang harus ditekankan dari hasil perang ini adalah ekonomi yang hancur. Perang akan membawa suatu negara ke dalam krisis moneter yang sulit.

Meski demikian dunia belum pulih dari isu pandemi Covid-19, dimana efeknya terhadap perekonomian belum pulih. Bahkan pasar saham belum sepenuhnya kembali ke harga uniknya.

Dampak Perang di Pasar Modal

Sebelum perang antara Rusia dan Ukraina, pasar saham telah merespons dengan penurunan lebih dari 1%. Namun, kami tidak berpikir ini terlalu banyak ketakutan. Kami yang telah berada di bursa sejak 2019 tidak melihat kekhawatiran yang tersisa.

Uniknya, orang asing masih mengalami net buy hampir 1 triliun sehari sebelum invasi Rusia ke Ukraina meletus. Tidak seperti sebelum pandemi masuk ke Indonesia di mana orang asing terus-menerus melakukan net selling.

Jadi menurut kami situasinya sangat berbeda. Bahkan jika Anda harus membandingkannya. Ketika China vs Amerika mengalami perang dagang, itu masih belum sepadan. Ketika itu asing masuk dan keluar.

Harga Komoditas Melonjak

Yang diharapkan adalah harga komoditas yang melonjak. Terutama yang berkaitan dengan Minyak dan Gas Bumi. Perlu diketahui bahwa Rusia merupakan sumber energi gas bagi negara-negara Eropa. Itulah alasan mengapa Eropa menyusut.

Begitu juga dengan minyak, Rusia dikenal sebagai salah satu pengekspor minyak terbesar di planet ini. Bahkan sebelum konflik, harga minyak menggelembung. Jadi persiapkan biaya untuk naik.

Kemudian lagi, yang tidak kalah pentingnya adalah nikel. Nikel dipastikan akan menjadi salah satu komoditas yang harganya melambung tinggi. Ini karena Rusia adalah pembuat nikel terbesar ketiga di planet ini.

Memang, kebutuhan dunia akan nikel sangat tinggi seiring dengan banyaknya transisi, atau penggunaan industri elektronik dengan baterai. Sehingga biaya nikel yang meroket tak terhindarkan.

See also  Berikut Link Mantap-Mantap Full No Sensor Ciuman Di Tempat Umum

Oleh karena itu, selain batu bara, minyak, gas, serta CPO yang juga meroket, nikel adalah salah satu yang paling terdampak dan kenaikannya akan luar biasa.

Pengaruh Perang Rusia ke Pasar Saham

Bagi kita para retailer, pasti kita akan melihat fluktuasi naik turunnya harga saham. Jika Anda masih memiliki uang tunai, pilih beberapa saham yang mungkin bisa naik dan normal turun.

Terutama jika Anda perlu membeli saham, maka saat ini adalah pintu terbuka yang sempurna untuk membeli saham berbasis energi. Karena ketika konflik pecah, satu hal yang pasti masih dicari, yakni sumber bahan bakarnya.

 

Akhir kata

Cukup sekian informasi kaliini semoga bermanfaat.

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published.