free stats Fitra: Pimpinan Baru Punya Beban Berat Tingkatkan Kinerja KPK - kudiam.com

Fitra: Pimpinan Baru Punya Beban Berat Tingkatkan Kinerja KPK

Jambipos, Jakarta-Sekretaris Jenderal FITRA Misbah Hasan mengatakan, Pimpinan KPK yang baru dilantik mempunyai beban berat untuk meningkatkan kinerja KPK dalam mencegah dan memberantas korupsi. Menurut Misbah, Firli Bahuri Cs harus membuktikan kepada masyarakat bahwa mereka lebih baik dari pimpinan KPK sebelumnya.

“Pimpinan KPK baru harus membuktikan kepada masyarakat bahwa di bawah kepemimpinan mereka dan perubahan struktur dan tata kerja terbaru sebagaimana diatur dalam revisi UU KPK, kinerja KPK dalam pemberantasan korupsi akan menjadi lebih baik,” ujar Misbah kepada Beritasatu.com, Jumat (20/12/2019).

Misbah menilai pembuktian ini penting karena revisi UU KPK berangkat dari asumsi bahwa kinerja pemberantasan korupsi oleh KPK selama ini belum optimal dan perlu diperbaiki. Hal tersebut, kata dia, akan menjadi sorotan semua pihak dalam menilai kinerja KPK sekaligus efektivitas revisi UU KPK yang didorong oleh pemerintah.

Capaian kinerja KPK periode 2014-2018 setidaknya menjadi tolok ukur kinerja pimpinan KPK baru dalam pemberantasan korupsi. Sepanjang tahun 2014-2018, KPK sudah menyelamatkan uang negara sebesar Rp 1,5 triliun. Pada tahun 2016 merupakan pengembalian uang negara dengan jumlah yang sangat signifikan, yaitu mencapai Rp. 532 miliar.

Selain itu, kegiatan pencegahan korupsi oleh KPK sepanjang 2015-2019 juga telah berhasil mencegah dan menyelamatkan kerugian keuangan negara sebesar Rp 63,9 triliun, yang berasal dari gratifikasi berupa uang dan barang sebanyak Rp 159 miliar, optimalisasi PAD dan pengembalian aset daerah sebanyak Rp 29 triliun dan penertiban potensial aset sebanyak Rp 34,7 triliun.

Lebih lanjut, Misbah menyebut bahwa salah satu hal yang paling disoroti masyarakat sejauh ini adalah pengaturan mengenai perlunya izin Dewan Pengawas KPK dalam hal penyadapan, penggeledahan, dan atau penyitaan. Pasalnya, hal ini akan berpengaruh terhadap langkah OTT (Operasi Tangkap Tangan) yang biasa dilaksanakan oleh KPK dalam pengungkapan kasus.

See also  Mendagri Tegaskan Pelaksanaan Pilkada Serentak 2024 Konsisten Dengan Undang-Undang

Menurut Misbah, izin dari Dewas KPK termasuk salah satu hal yang akan menjadi pertaruhan pimpinan KPK baru. Dia mengingatkan jangan sampai langkah OTT justru tidak efektif di bawah kepemimpinan baru di KPK.

“Dewas KPK juga jangan sampai malah dituding menjadi biang masalah dalam efektivitas KPK untuk melakukan OTT. Melainkan, justru kegiatan OTT KPK harus lebih meningkat progressnya,” jelas dia.

Diketahui, hari ini Presiden juga telah menetapkan 5 orang anggota Dewas KPK, yaitu: Artidjo Alkostar (Mantan Hakim Mahkamah Agung), Albertina Ho (Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Kupang), Syamsuddin Haris (Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia), Harjono (Mantan Hakim Mahkamah Konstitusi), dan Tumpak Hatarongan Panggabean (Mantan Wakil Ketua KPK 2003-2007).

“Pimpinan KPK baru ditantang untuk berani mengungkap kasus-kasus besar yang selama ini belum dituntaskan oleh pimpinan KPK periode sebelumnya, bahkan cenderung dipeti-eskan, seperti kasus BLBI, Century, dan Hambalang,” pungkas Misbah.(JP-SP)

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published.