free stats Gas Bersubsidi Langka di Jambi, Harga Melonjak Jadi Rp 35.000 Per Tabung - kudiam.com

Gas Bersubsidi Langka di Jambi, Harga Melonjak Jadi Rp 35.000 Per Tabung

Jambipos, Jambi-Warga Kota Jambi mengeluhkan kelangkaan persediaan yang memicu melambungnya harga gas elpiji (Liquified Petroleum Gas/LPG) bersubsidi atau gas ukuran tabung 3 kg di kota itu. Warga kota itu sangat sulit mendapatkan gas bersubsidi baik di pangkalan maupun di agen.

Kelangkaan gas membuat harga gas elpiji bersubsidi ukuran tabumg 3 kg di pengecer di Kota Jambi sudah mencapai Rp 35.000/tabung. Harga gas bersubsidi tersebut naik Rp 19.000/tabung dibandingkan harga eceran tertinggi (HET) gas bersubsidi di kota itu sebesar Rp 17.000/tabung

Reni Girsang (33), warga Paal V, Kotabaru Kota Jambi, kepada wartawan, Minggu (30/8/2020) mengakui, Dia membeli gas bersubsidi ukuran tabung 3 kg di pengecer sepekan terakhir Rp 35.000/tabung. Sedangkan persediaan gas bersubsidi di tingkat pangkalan dan agen d kota itu langka.

“Saya sudah beberapa kali membeli gas bersubsidi dengan harga Rp 35.000/tabung. Gas bersubsidi di beberapa pangkalan di Paal V, Kotabaru, Kota Jambi langka. Harga gas bersubsidi ini sudah terlalu mahal. Banyak warga kota ini yang mengeluh,”katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperidndag) Provinsi Jambi, Ani Rosnifah mengakui terjadinya kelangkaan persediaan dan lonjakan harga gas bersubsidi di Provinsi Jambi. Kelangkaan persediaan dan lonjakan harga gas bersubsidi di provinsi itu tidak hanya terjadi di Kota Jambi tetapi juga di daerah kabupaten.

“Terjadinya kelangkaan persediaan dan lonjakan harga gas bersubsidi di Jambi disebabkan distribusi yang banyak salah sasaran, bukan karena ada pengurangan gas bersubsidi dari Pertamina Jambi. Gas bersubsidi banyak dijual kepada keluarga aparatur sipil negara (ASN), pengusaha besar dan warga yang ekonominya mampu,” kata Ani.

Dikatakan, untuk mengatasi kelangkaan persediaan dan lonjakan harga gas bersubdidi di daerah itu, Disperindag Provinsi Jambi sudah membentuk Satgas Pengendalian Gas Provinsi Jambi. Satga sini akan segera turun ke lapangan menertibkan penyelwengan-penyelewengan distribusi gas bersubsidi di Kota Jambi dan beberapa kabupaten di Provinsi Jambi.

See also  Garis Finis di Depan Mata, Biden Janji Pulihkan Persatuan Usai Pemilihan

“Kami juga akan melakukan inspeksi mendadak ke pangkalan-pangkalan gas untuk mencegah adanya ASN, pengusaha dan warga mampu membeli gas bersubsidi. Selain itu kami juga akan segera mengeluarkan surat edaran agar ASN tidak dilayani membeli gas bersubsidi di pangkalan,”katanya.

Secara terpisah, Kepala Biro Karo Perekonomian dan Sumber Daya Alam Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi, Mukhtamar Hamdi mengatakan, penggunaan kartu kendali untuk pendistribusian gas elpiji bersubsidi sudah diberlakukan di dua kota dan sembilan kabupaten di Provinsi Jambi saat ini. Kebijakan itu dilakukan mencegah terjadinya penyelewengan distribusi gas bersubsidi di daerah itu.

“Warga yang bisa dilayani mendapatkan atau membeli gas elpiji bersubsidi di pangkalan hanya mereka yang memiliki kartu kendali atau kartu pelanggan. Melalui kebijakan ini, warga yang membeli gas elpiji bersubsidi hanya warga yang kurang mampu,”katanya.

Dijelaskan, kuota gas elpiji bersubsidi untuk Provinsi Jambi tahun ini sudah mencapai 71.719 MT atau bertambah sekitar lima persen dibandingkan tahun 2019 sekitar 66.407 MT. Persediaan gasi elpiji bersubsidi sebanyak itu di daerah sudah mencukupi. Gas elpiji bersubsidi tersebut dikhususkan untuk keluarga kurang mampu, usaha kecil dan pedagang makanan kaki lima.(JP)

 

Sumber:BeritaSatu.com

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published.