free stats Hemat Vaksin, Seleksi Penerima Vaksinasi di Jambi Ketat - kudiam.com

Hemat Vaksin, Seleksi Penerima Vaksinasi di Jambi Ketat

Jambipos, Jambi-Seleksi terhadap tenaga kesehatan yang akan penerima vaksinasi Covid-19 di Provinsi Jambi dilakukan secara ketat. Hal itu dilakukan untuk menghemat vaksin yang jumlahnya terbatas di daerah itu. Para tenaga kesehatan yang sudah terdaftar sebagai penerima vaksinasi tahap pertama di daerah itu tidak akan menerima vaksinasi jika tidak memenuhi syarat dari segi kesehatan. Tenaga kesehatan yang menerima vaksinasi di Jambi hanya mereka yang benar-benar memenuhi 16 syarat kesehatan sebagai penerima vaksinasi.

“Kami melakukan seleksi ketat untuk menyaring tenaga kesehatan yang layak divaksinasi. Seleksi ketat yang kami lakukan bukan hanya dari segi adminsitrasi, tetapi terutama dari aspek kesehatan tenaga kesehatan. Jika tenaga kesehatan tidak memenuhi kriteria sebagai penerima vaksinasi, maka tenaga kesehatan tersebut tidak bisa divaksinasi atau vaksinasinya ditunda,” kata Kepala BIdang (Kabid) Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Provinsi Jambi, Eva Susanti di Jambi, Minggu (17/1/2021).

Menurut Eva Susanti, pihaknya melakukan penyaringan ketat terhadap tenaga kesehatan penerima vaksinasi di Jambi karena jumlah vaksin yang tersedia di daerah itu pada vaksinasi tahap pertama Januari ini hanya 31.200 dosis. Sedangkan jumlah tenaga kesehatan yang sudah terdaftar sebagai penerima vaksinasi di dua kota dan sembilan kabupaten di provinsi itu mencapai 27.391 orang.

“Sesuai dengan ketersediaan vaksin hanya 31.200 dosis, jumlah tenaga kesehatan di Jambi yang bisa mendapatkan vaksinasi tahap pertama ini hanya 15.600 orang atau 57%. Karena itu vaksinasi harus dilakukan secara selektif hanya kepada tenaga kesehatan yang benar-benar memenuhi syarat atau layak divaksinasi,” katanya.

Kemudian melakukan screening (pemeriksan) dengan mengisi 16 pertanyaan mengenai kondisi kesehatan. Bila tenaga kesehatan lolos screening baru vaksinasi dilakukan. Kemudian petugas melakukan pencatatan, pemantauan dan pemberian kartu vaksinasi kepada petugas kesehatan yang sudah divaksinasi.

“Petugas kesehatan yang belum lolos screening, vaksinasinya akan ditunda pada vaksinasi tahap kedua. Tetapi tenaga kesehatan yang memiliki penyakit bawaan (komorbid) seperti penyakit jantung, stroke, diabetes dan penyakit kronis lainnya tidak mendapat vaksinasi. Jadi kami benar-benar selektif melakukan vaksinasi agar vaksinasi bisa efektif dan efisien di tengah keterbatasan persediaan vaksin,”katanya.

Daftar Mudah
Sementara itu para tenaga kesehatan di Kota Jambi mengaku tidak terlalu mengalami kesulitan mendaftarkan diri menjadi penerima vaksinasi secara online. Para tenaga kesehatan di daerah itu menilai pendaftaran peserta vaksinasi secara online cukup praktis dan mudah dilakukan. Petunjuk pendaftaran penerima vaksinasi secara online juga dirasakan cukup jelas dan prosedurnya tidak terlalu rumit.

“Saya cukup mudah mendaftarkan diri dan mendapatkan tiket vaksinasi secara online karena petunjuknya jelas dan tahapannya cukup singkat. Pendaftaran menjadi penerima vaksin bisa dilakukan setelah menerima pesan singkat (short mesaage servis/SMS) di telepon genggam (handphone/HP) sebagai peserta vaksinasi,”kata Sahna (45), tenaga kesehatan Rumah Sakit (RS) Swasta St Theresia, Kota Jambi, Minggu (17/1/2021).

Menurut Sahna, pendaftaran secara online peserta vaksinasi diawali dengan mengunggah website pendaftaran vaksinasi. Setelah itu baru masuk ke menu pendaftaran. Pada menu pendaftaran, peserta mengisi ulang identitas diri, kesediaan mengikuti vaksinasi dan kondisi kesehatan. Selanjutnya pendaftar mengisi kolom lokasi dan waktu vaksinasi. Setelah itu baru muncul kartu vaksinasi.

“Tiket tersebut difoto atau dicetak, lalu nomor pendaftaran dicatat. Itulah nanti yang dibawa ketika melakukan vaksinasi. Jadi prosedurnya cukup mudah,”katanya.(JP-SP)

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published.