free stats Jambi Dongkrak Ekspor Perkebunan Atasi Krisis Ekonomi di Tengah Pandemi - kudiam.com

Jambi Dongkrak Ekspor Perkebunan Atasi Krisis Ekonomi di Tengah Pandemi

Jambi, Jambipos – Pandemi virus corona (Covid-19) yang memukul perekonomian dunia dan nasional juga berimbas pada perekonomian daerah, termasuk Provinsi Jambi. Tersedotnya anggaran pembangunan yang bersumber Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2020 Provinsi Jambi untuk penanganan Covid-19 menyebabkan pembangunan di daerah tersebut terancam stagnan.

Sekitar Rp 211 miliar dana APBD 2020 Provinsi Jambi dialihkan untuk penanganan Covid-19. Kemudian sekitar Rp 463 miliar anggaran Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Jambi 2020 juga dialihkan untuk penanganan Covid-19.

Banyaknya anggaran pembangunan Provinsi Jambi yang tersedot untuk penanganan Covid-19 tersebut membuat Pemprov Jambi berupaya mencari solusi mengatasi krisis anggaran pembangunan.

“Peningkatan dan percepatan eskpor Provinsi Jambi sangat penting untuk meningkatkan perekonomian Provinsi Jambi di tengah pandemi Covid-19 saat ini. Beratnya tantangan investasi saat ini mewajibkan Jambi harus menggenjot ekspor agar dapat menjadi penggerak ekonomi daerah,”katanya.

Dijelaskan, ekspor perkebunan Jambi cukup mampu mendongkrak ekonomi daerah tersebut sebab komoditas perkebunan di daerah tersebut cukup banyak dan luas. Provinsi Jambi mempunyai tujuh komoditas unggulan perkebunan, yakni kelapa sawit, karet, kelapa dalam, pinang, kopi, kayu manis dan teh. Kemudian masih ada ekspor kayu lapis dan bubur kertas (pulp and paper).

Luas perkebunan kelapa sawit di Provinsi Jambi saat ini, kata Sudirman mencapai satu juta hektare dengan produksi sekitar 1,7 juta ton. Jumlah petani yang hidup dari perkebunan kelapa sawit di Jambi mencapai 212.833 kepala keluarga (KK). Kemudian luas perkebunan karet di Jambi saat ini mencapai 673.360 hektare (ha) dengan produksi 263.398 ton.

See also  Sekitar 200 KM Jalan Nasional Jalintim Sumatera "Babak Belur"

Petani yang hidup dari usaha perkebunan karet di daerah tersebut mencapai 263.398 KK. Sedangkan luas perkebunan kelapa dalam diJambi masih ada sekitar 118.341 ha dengan produksi sekitar 108.087 ton. Selain itu masih ada perkebunan pinang, kopi, kayu manis dan teh.

Tinggi

Sudirman mengatakan, ekspor hasil industri perkebunan dan kehutanan Provinsi Jambi hingga tahun ini juga masih cukup tinggi. Karena itu ekspor hasil industri perkebunan dan kehutanan Jambi memiliki potensi besar mengatasi krisis ekonomi daerah itu.

“Berdasarkan catatan Biro Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi, hingga Maret 2020, nilai ekspor asal Provinsi Jambi mencapai US $ 178,81 juta atau naik sekitar 3,15 % dibandingkan ekspor Februari 2020 sekitar US $ 173,35 juta. Naiknya nilai ekspor Jambi tersebut didukung peningkatan ekspor pinang, minyak nabati, kayu lapis dan olahannya serta pulp and paper,”katanya.

Dijelaskan, negara-negara tujuan ekspor utama hasil industri perkebunan dan kehutanan Jambi di tengah pandemic Covid-19, yaitu Malaysia, Thailand, Perancis, Jepang, Australia dan Korea Selatan. Sedangkan ekspor ke Singapura, Jerman, Inggris, China, Amerika Serikat, Indiadan Taiwan cenderung menurun.

Sementara itu, Ketua Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Cabang Jambi, Tidar M Bagaskara mengatakan, ekspor hasil industri perkebunan kelapa sawit masih tetap jadi andalan Jambi saat ini. Di tengah pandemi Covid-19, aktivitas perkebunan dan industri perkebunan kelapa sawit di Jambi masih eksis.

“Sebanyak 160 perusahaan perkebunan kelapa sawit anggota GAPKI Jambi tidak ada yang menghentikan operasional selama pandemi Covid-19 empat bulan terakhir. Hal tersebut membuat peran sektor perkebunan kelapa sawit terhadap ekonomi rakyat dan daerah di Jambi masih besar,”ujarnya.

Menurut Tidar M Bagaskara, aktivitas pabrik dan perdagangan CPO di Sumatera, termasuk Jambi selama pandemic Covid-19 masih normal. Pabrik-pabrik CPO masih tetap membeli tandan buah segar (TBS) sawit petani. Harga TBS di Jambi selama pandemi Covid-19 juga tidak terlalu anjlok. Harga TBS sawit di Jambi hingga Juni 2020 masih barada pada kisaran Rp 1.400 -1.600/kg.

See also  Puncak Hari Pers Nasional 2021

“Harga sawit di Jambi saat ini masih lebih baik dibandingkan tahun lalu yang hanya Rp 900/kg. Karena itu peningkatan ekspor industri sawit di Jambi yang digalakkan Pemprov Jambi cukup mampu menopang ekonomi rakyat dan daerah Jambi,”katanya.(JP-SP)

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published.