free stats Kasus Bintek DPRD Kota Jambi, Jaksa Bakal Panggil Zainal Abidin - kudiam.com

Kasus Bintek DPRD Kota Jambi, Jaksa Bakal Panggil Zainal Abidin

Jambipos, Jambi-Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negri (Kejari) Jambi akan menghadirkan puluhan saksi dalam Kasus Korupsi Dana Bimbingan Teknis (Bimtek) DPRD Kota Jambi Periode 2009 2014. Dipastikan JPU menghadirkan puluhan saksi termasuk Mantan Ketua DPRD Kota Jambi Zainal Abidin yang kini telah menyandang status tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus suap uang ketok palu Pengesahan APBD Provinsi Jambi TA 2018. Kini Zainal Abidin menjabat sebagai Ketua Fraksi Demokrat DPRD Provinsi Jambi dan juga Caleg DPR RI Demokrat Dapil Provinsi Jambi.

Kasi Intel Kejari Jambi, Rais Dani kepada wartawan mengatakan, puluhan saksi yang nantinya akan dihadirkan jaksa di persidangan di Pengadilan Tipikor Jambi sebanyak 50 orang lebih termasuk salahs satunya, Zainal Abidin.

“Semua saksi ada sekitar 56 baik dari dewan maupun sekwan dan janjaran dan termasuk ketua DPRD Kota Jambi 2009-2014 (Red:Zainal Abidin),” katanya, seperti dilansir Jambione.com, Selasa (22/1/2019).

Politisi Partai Demokrat itu menjadi saksi untuk para tersangka. Ia tak sendiri rupanya yang mejadi saksi yakni, Sulaiman Syawal, Beni Lestio, Sartono dan Absor. “Yang Jelas Ga dia Sendir lah nanti tu,” katanya.

Sebelumnya Kejati Jambi telah memeriksaan sejumlah anggota dewan Kota pada Selasa (11/12/2018) lalu. Beberapa yang diperiksa yakni Badi Uzaman, Akhmad Khusairi, Surip, Dedi Apriadi Wijaya, Parjimun, Rudi Hartono, Muhamad Erlim,Basuki, Rahadian Ruliansyah.

Kejati Jambi juga telah memeriksa tujuh orang saksi yakni, Marjadni selaku mantan Plt Sekretaris Dewan (Sekwan), Rizki Ahmad, Badi Uzaman, Lindawati, Lusi dan Hersti Maryani. Terpidana kasua ini juga turut diperiksa, Jumisar, mantan Kabag Keuangan Setwan DPRD Kota Jambi.

Selanjutnya pada 1 November 2018 lalu telah menetapkan dua tersangka baru yakni Nur Ikhwan mantan bendahara di Sekwan DPRD Kota Jambi Kota Jambi, dan Syahrial selaku mantan Kabag Keuangan DPRD Kota Jambi, dan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK). Keduanya saat ini ditahan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II A Jambi. Keduanya diduga telah melakukan kerugian negara bersama-sama dengan yang lainnya sebesar Rp 4 miliar.

See also  Kapolda Jambi Irjen Pol A Rachmad Wibowo Terima PWI Jambi Award 2021

Sementara Sekertaris Dewan (Sekwan), Rosmansyah di Vonis 6 tahun penjara denda Rp 50 Juta. Ia juga dikenakan uang pengganti Rp 1,8 Miliar. Pada proses persidangan Rosmansyah, telah mengembalikan uang melalui Jaksa Penuntut Umum (JPU) senilai Rp 3,92 juta, sehingga sisa uang sebesar Rp 1,408 M.

Sedangkan, Jumizar selaku PPTK saat itu, telah di vonis bersalah yakni 18 bulan penjara dan denda Rp 50 Juta subsidar tiga bulan penjara. Selain itu, saat itu majelis hakim juga meminta terdakwa Jumizar untuk mengembalikan kerugian negara senilai Rp 221 Juta. Saat itu terdakwa telah mengembalikan uang pengganti sebesar Rp 185 jutu.

Diketahui pada putusan kasus korupsi dana bimtek 2012-2014 pada 1 November 2017 lalu, telah dipaparkan adanya kerjasama antara Rosmansyah, Jumisar dan Nurikhwan dalam melakukan laporan fiktif.

Hal itu berdasar catatan pribadi Nurikhwan tertulis penerima uang yakni, ketua DPRD Kota Jambi Periode 2009-2014 Zainal Abidin dengan total Rp600 Juta selama tahun 2012, dan 2013. Dimana Rosmansyah mendapatak Rp 800 juta serta Jumisar Sebsar Rp128 juta di tahun 2014.

Uraian uang dana bimtek 2012 ,2013, dan 2014 yakni di tahun 2012, Rosmansyah (Sekwan) memakai Rp 315 juta secara bertahap. Lalu di tahun 2013, kembali Rosmansyah memakai dana senilai Rp 271 juta secara bertahap. Tahun 2014, lagi-lagi Rosmansyah memakai dana Rp 363 juta secara bertahap. Tahun 2014, Jumisar (PPTK DPRD Kota Jambi) juga memakai dana senilai Rp 221 juta secara bertahap.

Selain itu, Zainal Abidin (Ketua DPRD Kota Jambi Perode 2009-2014), di tahun 2012 menerima senilai Rp 207 juta secara bertahap, tahun 2013 menggunakan lagi uang dewan senilai Rp 359,5 juta secara bertahap. Sedang di tahun 2014, Zainal tidak menggunakan dana itu.(JP-Tim)

 

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published.