free stats Kerangkeng Manusia di Rumah Bupati Langkat yang Ditangkap KPK, Dan Diduga Kerangkeng Manusia Itu Terkait Perbudakan Modern - kudiam.com

Kerangkeng Manusia di Rumah Bupati Langkat yang Ditangkap KPK, Dan Diduga Kerangkeng Manusia Itu Terkait Perbudakan Modern

 Kerangkeng Manusia di Rumah Bupati Langkat yang Ditangkap KPK, Dan Diduga Kerangkeng Manusia  Itu Terkait Perbudakan ModernJambipos.id -Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (Kpk-Ri) menangkap Bupati Langkat Terbit rencana Perangin-Angin mengenai dugaan suap fee project infrastruktur di Kabupaten Langkat pekan lalu.

Tak berhenti pada persoalan korupsi, kabar lain muncul berasal dari bupati itu.

Migrant Care menemukan adanya dugaan perbudakan modern perihal Bupati nonaktif Langkat, Terbit rencana Perangin-Angin.

Dugaan itu mencuat usai Migrant Care menemukan adanya kerangkeng manusia di tempat tinggal Terbit rencana Perangin Angin.

“Berdasarkan laporan yang diterima Migrant Care, di huma belakang tempat tinggal Bupati itu ditemukan ada kerangkeng manusia yang dipekerjakan di kebun kelapa sawitnya mengalami pendayagunaan yang diduga kuat merupakan praktek perbudakan modern,” ujar Ketua Pusat Belajar Migrasi Migrant Care Anis Hidayah didalam keterangannya, Senin (24/1/2022).

Penyidik memperlihatkan barang bukti disaksikan Wakil Ketua Kpk, Nurul Ghufron (Kanan) selagi ungkap masalah operasi tangkap tangan (Ott) Bupati Langkat, Terbit rencana Perangin-Angin di Gedung Kpk, Jakarta Selatan, Kamis (20/1/2022) dini hari.

KPK formal menghambat Bupati Langkat, Terbit rencana Perangin-Angin dengan lima orang lainnya dan juga mengamankan barang bukti berupa uang sebesar Rp 786 juta perihal pekerjaan pengadaan barang dan jasa tahun 2020 hingga 2022 di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Tribunnews/Irwan RISMAWAN (Tribunnews/Irwan Rismawan)

Terbit rencana diketahui sudah ditetapkan Komisi Pemberantasan Korupsi (Kpk) sebagai tersangka masalah dugaan suap berkaitan project di Pemerintah Kabupaten Langkat.

Anis mengatakan, masalah suap yang menjerat Terbit ini mengakses kota pandora atas dugaan kejahatan lain.

Salah satunya, dugaan perbudakan modern pada pekerja perkebunan sawit.

Anis berkata bahwa pihaknya akan melaporkan temuan kerangkeng manusia dan dugaan perbudakan itu kepada Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas Ham) pada hari ini.

See also  Pengertian Magnet, Sifat, Jenis Bahan, dan Bentuknya 

“Atas laporan itu, Migrant Care akan mengakibatkan pengaduan ke Komnas HAM dan akan diterima oleh komisioner Komnas HAM Choirul Anam,” kata Anis.

Berada di belakang rumah

Kerangkeng atau penjara itu berada di belakang tempat tinggal pribadi Terbit rencana Perangin-angin yang ada di Desa Raja Sedang, Kecamatan Kuala, Kabupaten Langkat.

Info yang sempat beredar, pas petugas lakukan penggeledahan, ada empat pekerja yang syahdan kabarnya ditahan di didalam sel.

Tapi, pihak Migrant Care menyebut mereka udah terima setidaknya lebih berasal dari 10 laporan berkaitan dugaan perbudakan modern ini.

Badriyah mengatakan, sesudah melapor, mereka akan merilis seluruh foto-foto yang mereka dapatkan berasal dari kediaman Terbit rencana Perangin-angin, perihal masalah dugaan perbudakan modern ini.

“Nanti rilisnya akan kami sampaikan, termasuk semua foto-fotonya,” kata Badriyah.

Berkendaan dengan penjara atau kerangkeng ini, ada yang menyebut bahwa itu merupakan area rehabilitasi pengguna narkoba.

Tapi, pihak Migrant Care meyakini bahwa kerangkeng atau penjara itu bagian berasal dari indikasi tindak perbudakan modern.

Menurut Badriyah, sejauh ini mereka telah terima 20 laporan tentang dugaan perbudakan modern itu.
Tapi Badriyah belum mau merincinya secara detail.

Dia meminta awak media menanti, sehabis laporan itu formal dibuat di Komnas HAM hari ini.

Digeledah KPK

Bupati Langkat Terbit rencana Perangin Angin terjaring operasi tangkap tangan (Ott) Komisi Pemberantasan Korupsi (Kpk), Selasa (18/1/2022) malam.

Ia diamankan bersama dengan sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Langkat di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara (Sumut).

Team KPK pun bergerak cepat menelusuri bukti-bukti dugaan korupsi dengan laksanakan penggeledahan.

Terhitung menggeledah tempat tinggal pribadi Terbit rencana Perangin-Angin di Desa Raja Sedang, Kecamatan Kuala, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, Rabu (19/1/2022).

See also  Restorasi Ekosistem Menjadi Solusi Minimalkan Bencana Lingkungan dan Kemiskinan

Rumah megah bercat warna putih tertutup rapat setelah petugas masuk ke lokasi.

Tiga mobil Brimob disiagakan di depan rumah Terbit Rencana Perangin Angin.

Saat Tribun-Medan.com hendak masuk, petugas langsung menutup pagar.

Pantauan Tribun, tempat tinggal pribadi Terbit rencana Perangin Angin terlihat megah yang dikeliling tembok setinggi 2 meter.

Tempat tinggal dua lantai berarsitektur modern itu miliki halaman yang terlalu luas.

Kediaman Terbit Planning Perangin Angin tampak paradoksal dengan tempat tinggal-tempat tinggal di sekitarnya yang memadai terlihat simple.

Bangunan megah berwarna putih ini terlihat menghimpit tempat tinggal warga kira-kira.

Pagarnya terlihat lebih tinggi berasal dari pada bangunan tempat tinggal tetangga Bupati.

Untuk hingga ke tempat tinggal Bupati Terbit, akses jalan masih ada yang rusak, lantaran berstatus milik Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.

Tapi, lebih dari satu jalannya sudah sanggup dilalui kendaraan.

Berasal dari balik pagar hitam yang tinggi, halaman luas akan menyambut orang yang masuk ke dalamnya.

Dinding bangunan yang terbuat berasal dari batu alam menunjukkan megahnya kediaman bupati.

Diperkirakan tempat tinggal Bupati Terbit berdiri di atas huma seluas dua hektare.

Di halaman terlihat banyak pepohonan seperti layaknya taman.

kata akhir

mungkin itu saja pembahasan dari admin yang mengenai Kerangkeng Manusia di Rumah Bupati Langkat yang Ditangkap KPK,Dan Diduga Kerangkeng Manusia Itu Terkait Perbudakan Modern, semoga apa yang admin sampai kan di artikel di atas bisa bermanfaat bagi kalian yang membaca nya.

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published.