free stats Lamban, Perbaikan Kerusakan Jalan di Tanjungjabung Barat - kudiam.com

Lamban, Perbaikan Kerusakan Jalan di Tanjungjabung Barat

Kerusakan jalan di daerah itu terus diperparah oleh tingginya mobilitas truk pengangkut sawit. Ruas jalan negara berstatus jalan kabupaten yang rusak di daerah tersebut saat ini mencapai 411 kilometer.

Jambipos, Tanjabar– Upaya perbaikan ruas-ruas jalannegara yang rusak di Kabupaten Tanjungjabung Barat (Tanjabbar), Provinsi Jambi sangat lamban. Lambannya perbaikan kerusakan jalan tersebut tercermin dari masih banyaknya jalan negara yang rusak di daerah tersebut saat ini. Kerusakan jalan di daerah itu terus diperparah oleh tingginya mobilitas truk pengangkut sawit.

Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Tanjabbar, Arif Sambudi di Kualatungkal, Tanjabbar, Jambi, Jumat (8/3/2019) menjelaskan, ruas jalan negara berstatus jalan kabupaten yang rusak di daerah tersebut saat ini mencapai 411 kilometer (km).

“Kerusakan jalan kabupaten di Tanjabbar tidak semua bisa diperbaiki tahun lalu karena anggaran yang terbatas. Anggaran perbaikan jalan yang dialokasikan dalam APBD Tanjabbar tahun 2018 hanya sekitar Rp 328 miliar. Anggaran tersebut hanya cukup untuk membiayai perbaikan 310 Km atau sekitar 43 % dari 721 Km jalan rusak di daerah ini,” ujar Arif.

Kendati ruas jalan yang rusak di Tanjabbar masih banyak, lanjut Arif Sambudi, namun ruas jala rusak di daerah itu semakin berkurang melalui perbaikan jalan secara bertahap. Ruas jalan rusak di Tanjabbar berkurang dari 738 Km tahun 2017 menjadi 411 Km saat ini atau berkurang 310 km.

“Anggaran perbaikan jalan di Tanjabbar tahun 2017 sekitar Rp 307 miliar. Melalui anggaran itu, ruas jalan yang diperbaiki di daerah ini tahun 2017 sekitar 307 Km atau 42 % dari total jalan rusak,” ujar Arif.

See also  Warga Semakin Tidak Patuh Prokes, Tiga Daerah di Provinsi Jambi Naik Jadi Zona Merah

Menurut Arif Sambudi, banyaknya kerusakan jalan di Tanjabbar disebabkan banjir yang sering berendam badan jalan. Banjir membuat aspal jalan mudah terkelupas. Kemudian kerusakan jalan di Tanjabbar juga terus terjadi akibat banyaknya truk pengangkut tandan buah segar (TBS) sawit dan kayu yang bertonase berat atau melebihi daya tahan jalan.

“Terus bertambahnya kerusakan jalan di daerah ini disebabkan banjir dan tingginya mobilitas truk pengangkut sawit dan kayu. Kami mengharapkan para pengusaha dan petani sawit menyesuaikan muatan truk mereka dengan kekuatan jalan,”katanya.

Sementara itu, Kepala Inspektorat Kabupaten Tanjabbar, R Gatot Suwarso mengatakan, pihaknya menemukan banyaknya jalan rusak yang seharusnya diperbaiki di Tanjabbar tidak diperbaiki. Jalan rusak tersebut banyak terdapat pada ruas jalan kabupaten yang menghubungkan setiap kecamatan di daerah itu.

“Temuan kerusakan jalan tersebut sudah kami laporkan kepada Bupati Tanjabbar, Safrial HS. Kami tidak bisa mempublikasikan temuan kejanggalan perbaikan kerusakan jalan tersebut sesuai ketentuan Peraturan Pemerintah (PP) No 12 Tahun 2017 yang melarang menyiarkan hasil pemeriksaan,” kata Arif.

Secara terpisah, warga Kelurahan Patunas, Kecamatan Tungkal Ilir, Kabupaten Tanjabar mengeluhkan kerusakan jalan menuju permukiman mereka. Kerusakan jalan membuat warga sering sulit keluar masuk permukiman menggunakan kendaraan, terutama di saat musim hujan.

“Jika hujan turun, jalan menuju permukiman kami berlumpur dan penuh genangan air. Kerusakan jalan ini sudah lama tidak diperbaiki. Aktivitas warga banyak terganggu akibat jalan rusak ini,” ujar Rian (40), warga RT 01, Bungatanjung, Kelurahan Patunas, Tanjabbar. (JP-SP)

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published.