free stats Ogah Disogok Rp 200 Ribu, Jambipos Ungkap Praktik PETI di Merangin - kudiam.com

Ogah Disogok Rp 200 Ribu, Jambipos Ungkap Praktik PETI di Merangin

Jambipos, Merangin-Ogah disogok Rp 200 Ribu saat melakukan investigasi, Jambipos ungkap praktik pertambangan emas tanpa ijin (PETI) di Desa Tanjung Benuang, Kecamatan Tambang Emas (A1), Kabupaten Merangin. Hingga kini praktik PETI di Merangin semakin merajalela karena bahkan sudah masuk di areal persawahan petani.

Berdasarkan pengamatan Jambipos, lahan praktik PETI ini ditemukan di areal persawahan, bukan lagi di aliran sungai. Seperti terjadi di Desa Tanjung Benuang, Kecamatan Tambang Emas (A,1), Kabupaten Merangin pada Selasa (17/11/2020).

Jambipos melihat lansung tempat PETI di antara Tanjung Benuang,(C1) dengan Desa Pulau Bayur Satu unit exsapator 4 set dompeng untuk penyedot emas milik Supar cs Muhlis , warga Desa C,1 dihubungi Supar oleh operator exsapator yang enggan ditulisnya.

Dia langsung hubunggi Supar dia bilang ada wartawan Jambipos di lokasi. Supar jawab berapa orang dia 3 orang Supar memutus kan kepada saudara BD, juga oknum wartawan mencoba menghalanghalangi, lalu memberi uang Rp 200 Ribu untuk tutup mulut. Kerena Jambipos tidak mau menerima di kasih uang, Jambipos lalu pulang.

LSM  LP2TRI Firdaus Sianturi mengatakan pada Jambipos, pihaknya dari LSM akan buat surat laporan kepada pihak yang terkait tangkap penambang emas tampa izin. LSM ini meminta segera diproses hukum yang berlaku.(JP-Yah)

See also  Fraksi Golkar dan PDIP DPRD Provinsi Jambi Dukung Pansus BOT Guna Telusuri Kerugian Pemprov Jambi

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published.