free stats Pelacakan dan Rapid Test Jemaah Jambi Klaster Gowa Belum Tuntas - kudiam.com

Pelacakan dan Rapid Test Jemaah Jambi Klaster Gowa Belum Tuntas

Jambi, Jambipos – Pelacakan dan rapid test (tes cepat) jemaah asal Provinsi Jambi yang pulang dari kegiatan keagamaan tablig akbar di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Klasster Gowa) belum tuntas.

Dari 208 orang jemaah yang diketahui telah pulang dari kegiatan keagamaan di Gowa sekitar 205 orang sudah berhasil dilacak. Namun belum semua jemaah yang terlacak tersebut menjalani rapid test. Kemudian tiga orang lagi jemaah Jambi dari yang ikut kelompok Gowa tersebut belum diketahui keberadannya.

“Tim Gugus Tugas Penanganan Corona (Covid-19) Provinsi Jambi sudah mendata sekitar 205 orang dari 208 orang jemaah asal Jambi yang ikut kegiatan tablig akbar di Gowa. Tiga orang lagi masih dicari. Sekitar 133 orang jemaah Jambi yang pulang dari Gowa tersebut sudah menjalani rapid test. Sebanyak 120 orang negatif dan 13 orang positif,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Jambi, Jihansyah di Jambi, Jumat (1/5/2020).

“Jemaah asal Jambi yang ikut kegiatan tablig akbar di Gowa tersebar di Kota Jambi dan beberapa kabupaten. Karena itu pelaksanaan rapid test dilakukan secara bertahap,”katanya.

Dijelaskan, sebanyak 23 orang dari 31 orang pasien positif corona di Provinsi Jambi berasal jemaah Jambi yang ikut ke Gowa (Klaster Gowa) dan anggota keluarga mereka. Beberapa pasien positif tersebut tertular virus corona dari anggota keluarga mereka yang ikut ke Gowa.

Dijelaskan, sejak Minggu (26/4/2020) hingga Kamis (30/4) tidak ada penambahan pasien positif corona di Provinsi Jambi. Total pasien positif corona yang dirawat di beberapa rumah sakit di Jambi sebanyak 31 kasus.

See also  Pemprov Jambi Belum Berniat Terapkan PSBB

Sedangkan orang dalam pemantauan (ODP) sekitar 311 orang, pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 59 orang dan yang menjalani proses pemeriksaan cairan tenggorokan (swab) sebanyak 22 orang.

“Seluruh ODP corona di Jambi melaksanakan isolasi mandiri di beberapa kabupaten. Pengawasan ODP dilakukan dengan mengerahkan pihak pemerintahan desa, kelurahan, petugas puskesmas dan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 kabupaten dan kota,”katanya.(JP-SP)

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published.