free stats Pemprov Jambi Hargai Konsistensi Seniman Lokal Mengabadikan Kesenian Tradisional - kudiam.com

Pemprov Jambi Hargai Konsistensi Seniman Lokal Mengabadikan Kesenian Tradisional

Jambipos, Jambi-Konsistensi seniman-seniman lokal untuk tetap berkarya serta mewariskan kesenian tradisional kepada generasi milenial memiliki peran penting mencegah kepunahan kesenian tradisional. Hal itulah yang dilakukan para seniman – seniman senior Jambi selama ini, sehingga sampai sekarang masih cukup banyak kesenian tradisional Jambi yang lestari.

Bahkan berkat pengorbanan seniman-seniman lokal Jambi itu, puluhan seni budaya Jambi telah dikukuhkan menjadi warisan budaya tak benda nasional.

Gubernur Jambi, Fachrori Umar pada Malam Apresiasi Seni Melayu Jambi 2020 di Ratu Convention Center (RCC) Jambi, baru-baru ini mengatakan, selama dua tahun terakhir sudah ada sembilan karya seni budaya tradisional Jambi yang telah ditetapkan dan diakui Pemerintah Pusat (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan) menjadi Warisan Budaya Tak Benda Indonesia.

Kesembilan warisan budaya tak benda Jambi tersebut, tradisi pesta adat Kenduri Sko, Lapaik Koto Dian Rawang, Ntok Awo, tari Rangguk Kumun dan tari Iyo-iyo dari Kota Sungaipenuh. Kemudian tari Tauh Lempur dan Ngangoah Imo Pulau Tengah dari Kabupaten Kerinci, sastra lisan Ompek Gonjie Limo Gonop dari Kabupaten Merangin dan Rumah Tuo Rantau Panjang dari Merangin.

Selain itu, lanjut Fachrori Umar, seniman-seniman lokal Jambi yang konsisten berkarya melestarikan seni budaya tradisional Jambi juga sudah cukup banyak yang mendapatkan penghargaan nasional. Pemerintah Pusat memberikan sertifikat warisan budaya tak benda kepada 10 orang pemangku adat di Jambi atas konsistensi mereka mempertahankan seni budaya tradisional masyarakat Jambi.

Seniman dan budayawan Jambi yang menerima sertifikat warisan budaya tak benda tersebut, yakni Suji dari Kabupaten Merangin. Suji berhasil melestarikan tari tradisional, Tari Kadam dari Merangin. Kemudian pemangku adat Kabupaten Muarojambi, Maskur berhasil mempertahankan musik Gambang Danau Lamo.

Selain itu tiga orang pemangku adat Orang Rimba, Tumenggung (Kepala Suku) Tarib, Tumenggung Jailani dan Tumenggung Nagkuih. Ketiga tumenggung Orang Rimba dari Sarolangun berhasil mempertahankan tradisi Orang Rimba. Tradisi tersebut, yakni Melangun (hidup berpindah di hutan untuk menyelamatkan diri) dan Hompongan (membuat kebun pengaman hutan).

See also  Hari Nur Cahya Murni : Partisipasi Pemilih PSU Pilgub Jambi Harus Tetap Tinggi

Kemudian Tumenggung Tarib juga berhasil mempertahankan tradisi Ambung (alat pengangkut barang Orang Rimba), Cawot (pakaian tradisi Orang Rimba), Sialong/Ngambik Rapah (mengambil rempah-rempah) dan tradisi Sebalik Sumpah (menepat janji).

“Bukan hanya Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi juga tetap memberikan penghargaan kepada para seniman dan budayawan Jambi yang konsisten melestarikan seni budaya tradisional Jambi dan mewariskan seni budaya tersebut kepada generasi milenial saat ini,”ujarnya.

Menurut Fachrori Umar, Pemprov Jambi secara konsisten memberikan penghargaan terhadap seniman dan budayawan lokal yang tetap berkarya melestarikan seni budaya Jambi. Kemudian pementasan seni budaya tradisional Jambi juga digelar secara rutin melalui malam kesenian Melayu Jambi setiap perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Provinsi Jambi medio Januari, Festival Sungai Batanghari, Festival Danau Kerinci dan Festival Candi Muarojambi.

Pada Malam Kesenian Melayu Jambi 2020 dalam rangka HUT ke-63 Provinsi Jambi, Rabu (8/1/2020), Pemprov Jambi memberikan penghargaan seni budaya kepada bebeapa orang seniman dan budayawan Jambi. Salah satu penerima penghargaan tersebut, Maryam (65). Maryam seorang maestro seni tradisional Jambi dari Desa Tanjung, Kecamatan Kumpeh, Kabupaten Muarojambi memperoleh penghargaan atas kiprahnya mempertahankan seni sastra lisan Bejolo.

Sedangkan pada Malam Keagungan Seni Melayu Jambi tahun sebelumnya, Pemprov Jambi memberikan penghargaan kepada dua orang seniman Jambi, yakni seniman musik dan tari Melayu Jambi, Nawawi Ismail (60) dan Harun Nahri (65). Kedua seniman lokal tersebut mendapat penghargaan atas konsistensi mereka melestarikan seni music dan tari tradisional Melayu Jambi.

Sangat Berharga

Sementara itu maestro seni satra lisan Jambi, Maryam mengakui, penghargaan yang diberikan pemerintah daerah dan pusat kepada para seniman dan budayawan lokal sangat berharga. Penghargaan tersebut benar-benar mampu membangkitkan semangat bagi para seniman dan budayawan lokal untuk tetap konsisten berkarya dan melestarikan seni budaya tradisional.

See also  Terkait Pemenang Lelang Motor Jokowi, Istana Minta BPIP Tanggung Jawab

“Saya sangat tersanjung mendapat penghargaan seni budaya ini. Selama ini saya tetap berkarya melestarikan seni sastra lisan bukan untuk mendapatkan penghargaan ini, melainkan atas kecintaan saya terhadap seni budaya daerah yang sangat berharga ini,”katanya.

Maryam mengatakan, pemerintah daerah dan pusat tidak hanya memberikan penghargaan secara insidentil kepada seniman dan budayawan lokal. Yang lebih penting lagi, pemerintah daerah dan pusat perlu memfasilitasi seniman dan budayawan lokal agar dapat membuat program-program pelestarian seni budaya tradisional, termasuk program pewarisan seni budaya tradisional tersebut kepada generasi milenial saat ini.

“Saat ini kami masih minim kegiatan untuk membina anak-anak muda agar mengetahui seni budaya tradisional. Hal tersebut disebabkan minimnya sanggar seni di daerah ini. Kemudian pembinaan seni tradisional kepada generasi milenial saat ini juga sangat sulit karena mereka lebih banyak disibukkan kegiatan media sosial,” ujarnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jambi, Sri Purnama mengatakan, pihaknya terus meningkatkan kegiatan-kegiatan pergelaran seni budaya Jambi sebagai aksi nyata implementasi Undang-Undang (UU) Nomor 05 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, terutama dalam hal pelaksanaan, perlindungan, pengembangan, pemanfaatan dan pembinaan seni budaya daerah Jambi.

“Kegiatan ini merupakan bentuk cinta kita kepada negeri, khususnya negeri melayu Jambi. Perjuangan seniman Jambi selama ini melestarikan seni budaya Jambi cukup luar biasa. Hal itu ditandai dengan ditetapkannya sembilan warisan budaya tak benda Jambi menjadi warisan budaya tak benda nasional oleh Pemerintah Pusat,” katanya.

Dikatakan, jika seni budaya daerah Jambi bisa digali dan dikembangkan dengan baik dan profesional, seni budaya tersebut bisa dimanfaatkan menjadi salah satu modal meningkatkan memajukan sektor pariwisata dan kesejahteraan masyarakat.

See also  Gubernur Jambi Fachrori Ajak Masyarakat Makmurkan Masjid

“Kami akan terus melakukan pendataan seni dan budaya dari seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Jambi. Seni budaya tersebut nantinya akan diajukan mendapat pengakuan dan sertifikat nasional dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan,” katanya.

Menurut Sri Purnama, seni budaya yang telah mendapat pengakuan secata nasional lebih mudah diperkenalkan kepada masyarakat. Selain itu, melalui adanya sertifikat tersebut, alokasi dana dari pemerintah daerah dan pusat untuk pelestarian seni budaya tersebut relatif meningkat.(JP_SP)

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published.