free stats Terbongkarnya Kades Bodong di Merangin - kudiam.com

Terbongkarnya Kades Bodong di Merangin

Jambipos, Merangin-Program Pemerintah Pusat Rp 1 Miliar satu desa setiap tahun membuat warga di desa bisa mandiri dengan usaha swakelola warga sendiri. Bahkan pengelolaan dana desa itu kerap menimbulkan niat jahat oleh perangkat desa itu. Bahkan persaingan untuk menduduki jabatan di perangkat desa kini semakin sengit.

Tak tanggung-tanggung. Untuk mencalonkan jadi kepala desa sendiri harus memiliki logistic yang cukup. Tak hanya logistic, bahkan ada yang nekat melawan hukum dengan menukangi ijazah sekolah sebagai syarat pencalonan kades. Hal itu terjadi di Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi.

Adalah Hazim (43), kepala desa terpilih warga Desa Tunggul Bulin, Kecamatan Tabir Ilir, Kabupaten Merangin. Hazim akhirnya ditahan dan ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Merangin.

Hazim terbukti menggunakan ijazah palsu paket B setara SMP, saat pencalonan pada Pilkades serentak 10 desa pada Desember 2020 lalu di Kabupaten Merangin. Saat itu Hazim mencalonkan diri sebagai Kades Tunggul Bulin, Kecamatan Tabir Ilir, Merangin.

Pada pilkades tersebut, Hazim dinyatakan unggul dengan perolehan suara tertinggil dibandingkan lawannya. Namun setelah ditetapkan sebagai kades terpilih, terungkap jika ijazah yang digunakan oleh Hazim ternyata palsu. Hingga akhirnya polisi pun turun tangan melakukan penyelidikan.

Kasus ini bermula ketika Haszim maju di Pilkades serentak akhir 2020 lalu atau tepatnya 29 Desember 2020 diikuti 10 Desa se Kabupaten Merangin, dan salah satunya Pilkades Tunggul Bilin.

Pada pemilihan itu Hazim meraih suara terbanyak mengungguli tiga calon lainnya. Namun justru itu menjadi awal kasus ijazah tersebut terkuat setelah ada laporan bahwa Hazim menggunakan ijazah palsu sebagai syarat pencalonan.

Tidak hanya Hazim, polisi juga menetapkan satu tersangka baru yakni Muhammad Sidiq Ali (61), karena yang bersangkutan merupakan pembuat ijazah bodong. Selain membuat ijazah bodong, MS Ali juga diketahui pernah menjabat sebagai kepala Sanggar Kegiatan Belajar (SKB).

See also  Pembuat Hoax 'Surat Suara Tercoblos' Ditangkap di Sragen

Kapolres Merangin, AKBP Irwan Andy P, melalui Kasat Reskrim Polres Merangin AKP Firdon Marpaung kepada wartawan mengatakan, dalam kasus ijazah bodong ini, pihaknya telah menahan dua orang tersangka. Hazim ditahan Rabu (24/2/2021).

“Iya, keduanya di tangkap pada 15 Februari 2021 lalu. Hazim membeli ijazah Paket B itu dari Muhammad Sidiq Ali seharga Rp 2.750.000. Kini keduanya sudah ditahan guna penyidikan lebih lanjut,” kata AKP Firdon Marpaung, Kamis (25/2/2021).

Disebutkan, Hazim dan MSA  ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan atas kasus pemalsuan dokumen ijazah palsu. Pada pemilihan itu Hazim meraih suara terbanyak dan mengungguli perolehan suara tiga calon lainnya.

Sementara itu MSA berperan sebagai pembuat ijazah paket B palsu yang digunakan Hazim untuk syarat pencalonan kades.(JP-Yah/Asenk Lee)

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published.