free stats Tersangka Korupsi, Dua Caleg DPR RI (Demokrat-PDIP) Dapil Jambi Tak Usah Dipilih - kudiam.com

Tersangka Korupsi, Dua Caleg DPR RI (Demokrat-PDIP) Dapil Jambi Tak Usah Dipilih

Jambipos, Jambi-Masyarakat Provinsi Jambi diminta untuk tidak memilih Caleg DPR RI yang kini menyandang status tersangka kasus dugaan korupsi. Meski saat ini masih berstatus tersangka dalam kasus suap pengesahan APBD Provinsi Jambi 2018, Ketua DPRD Provinsi Jambi Cornelis Buston dan Wakil Ketua DPRD Provinsi Jambi Chumaidi Ziadi terancam bermasalah pada pencalonan mereka sebagai Caleg DPR RI Dapil Provinsi Jambi Pemilu April 2019 mendatang. Cornelis diusung Partai Demokrat dan Chumadi Zaidi diusung PDIP.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan Cornelis dan Chumaidi Ziadi bersama 12 anggota DPRD Provinsi Jambi sebagai tersangka, Jumat (28/12/2018).

Keduaya sudah berulangkali diperiksa Tim Penyidik KPK terkait kasus OTT KPK  Suap Pengesahan APBD Provinsi Jambi 2018 yang memenjarakan 4 tahun hingga 7 tahun kepada mantan Plt Sekda Provinsi Jambi Erwan Malik, PLt Kadis PUPR Arfan, Asisten III Sarifuddin dan Anggota DPRD Provinsi Jambi Fraksi PAN Supriono dan Zumi Zola, Gubernur Jambi non aktif yang sudah divonis 6 tahun penjara.

Bahkan sebelumnya Cornelis Buston dan Chumaidi Ziadi juga diperiksa Tim Penyidik KPK terkait kasus gratifikasi fee proyek yang menjerat Gubernur Jambi non aktif H Zumi Zola yang kini mendekam di LP Sukamiskin Bandung.

Sebelumnya KPK telah menetapkan pimpinan dan anggota DPRD Jambi Periode 2014-2019 sebagai tersangka terkait kasus suap ketok palu APBD 2018 dari gratifikasi Gubernur nonaktif Zumi Zola. Dalam hal ini, lembaga antirasuah menetapkan 12 anggota DPRD dan satu pihak swasta.

“KPK menemukan bukti permulaan yang cukup dan meningkatkan perkara ke penyidikan dengan 13 tersangka,” kata Ketua KPK Agus Rahardjo dalam jumpa pers dikantornya, Jakarta Selatan, Jumat 28 Desember 2018 lalu.

See also  Bernapas Pakai Tabung Oksigen, Plt Bupati Merangin Ngantor

Adapun para tersangka itu, terdiri dari:

  1. Ketua DPRD Jambi Cornelis Buston.
  2. Wakil Ketua DPRD AR. Syahbandar.
  3. Wakil Ketua DPRD Chumaidi Ziadi.
  4. Ketua Fraksi Golkar Sufardi Nurzain.
  5. Ketua Fraksi Restorasi Nurani Cekman.
  6. Ketua Fraksi PKB Tadjudin Hasan.
  7. Ketua Fraksi PPP Parlagutan Nasution.
  8. Ketua Fraksi Gerindra Muhammdiyah
  9. Pimpinan Komisi III Zainal Abidin,

Anggota DPRD

  1. Elhewi (PDIP)
  2. Gusrizal (Golkar)
  3. Effendi Hatta (Demokrat)

Sementara Pihak swasta:

  1. Joe Fandy Yoesman alias Asiang.

Agus menjelaskan, penetapan tersangka ke-12 anggota DPRD Jambi itu merupakan hasil dari fakta-fakta persidangan dan didukung dengan alat bukti berupa keterangan saksi, surat dan barang elektronik.

Menurut Agus, seluruh anggota legislatif itu memiliki peran masing-masing dalam perkara ini. Pasalnya para unsur pimpinan DPRD Jambi diduga meminta uang “ketok paIu”, menagih kesiapan uang “ketok palu”, melakukan pertemuan untuk membicarakan hal tersebut, meminta jatah proyek atau menerima uang dalam kisaran Rp100 juta atau Rp600juta per orang.

Ini merupakan hasil pengembangan tindak pidana korupsi dari operasi tangkap tangan (OTT) suap RAPBD Provinsi Jambi tahun 2018 yang menjerat Gubernur Jambi nonaktif Zumi Zola.

Status tersangka itupun langsung menuai respon partai politik (Parpol) yang mengisi kursi parlemen. PDI Perjuangan misalnya, menggelar jumpa pers secara khusus sebagai bentuk sikap dan komitmennya untuk ikut serta memberantas korupsi di tanah air.

Ketua DPD PDI Perjuangan, Edi Purwanto mengatakan pihaknya menghormati proses hukum yang tengah dilakukan penyidik KPK. Dalam proses itu pihaknya tetap menjunjung asas praduga tak bersalah terhadap dua kadernya Chumaidi Zaidi dan Elhelwi yang juga ikut tersandung.

“Kita sepakat segala bentuk tindak pidana korupsi, narkoba dan kejahatan seksual terhadap anak harus diperantas bersama-sama,” ujar Edi, Sabtu lalu.

See also  SKK Migas-PetroChina Jabung Terima Apresiasi Bulan K3

Edi mengatakan, partainya tidak mentoleransi siapapun kader PDI Perjuangan yang tersandung tindak pidana korupsi. Begitu juga jika terlibat narkoba dan kejahatan seksual terhadap anak yang selama ini mendapatkan perhatian.

“Ini sesuai dengan fakta integritas di PDIP. Semua kader juga sudah mengetahui itu. Sikap yang diambil kader yang terlibat kasus tersebut harus mengundurkan diri dari pengurus partai. Dalam fakta integritas, harus mengundurkan diri,” kata.

Mantan Wakil Ketua DPRD Provinsi Jambi ini mengaku secara internal, PDIP sudah melakukan komunikasi dengan kadernya tersebut. Hasilnya ada itikat baik dari keduanya menyadari akan pentingnya fakta integritas yang telah dibuat partai berlambang banteng moncong putih tersebut dan keduanya mundur dari PDIP.

Untuk di PDI Perjuangan sejumlah nama Bacaleg DPR RI sudah terdengar seperti Khumadi Zaidi, Ihsan Yunus Anggota DPR RI, Tyafani Kasim dan Yofi. Sementara untuk PAN Provinsi Jambi ada nama Dipo Ilham Jalil, H Bakri, Anggota DPRD RI dan Mahili.

Sejumlah nama lainnya juga menyatakan diri akan maju untuk DPR RI, seperti Ir Tigor GH Sinaga (PSI), Hasan Basri Agus mantan Gubernur Jambi dari Partai Golkar, Dodi Sularso dari Partai PPP, Suthan Adil Hendra Anggota DPR RI dari Partai Gerindra, H Salam dari Partai Perindo.

Sementara dari Partai Demokrat Provinsi Jambi ada nama Cornelis Buston yang juga Ketua DPRD Provinsi Jambi juga maju di DPR RI pada Pemilu Legislatif tahun 2019. Sementara dari Perindo ada nama Rahmad Derita Harahap, mantan Kadis Pendidikan Provinsi Jambi. (JP-Lee)

 

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published.